Jakarta – Wakil Rektor Universitas Islam Negeri Salatiga, Muh. Saerozi, menilai pemerintah terus menunjukkan komitmen dalam memperkuat pelaksanaan program prioritas di sektor pendidikan sebagai bagian dari upaya strategis untuk meningkatkan mutu sekaligus pemerataan akses pendidikan nasional.
“Saya yakin pemerintah punya niat baik untuk meningkatkan mutu pendidikan seluruh rakyat melalui kebijakan dan program-programnya,” ujarnya.
Saerozi menyebut bahwa berbagai kebijakan yang dijalankan pemerintah mencerminkan keseriusan dalam membenahi sistem pendidikan secara menyeluruh.
Ia menegaskan bahwa pemerintah telah mengambil langkah konkret dalam mendorong partisipasi masyarakat untuk mengakses pendidikan tinggi.
Upaya ini dinilai penting, mengingat masih terdapat kelompok masyarakat yang sebelumnya menghadapi keterbatasan akses terhadap pendidikan berkualitas.
“Pemerintah telah mengarahkan, mendorong, dan membantu agar partisipasi masyarakat ke perguruan tinggi meningkat,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa kebijakan pendidikan yang dijalankan pemerintah telah mengedepankan pendekatan inklusif.
Hal ini terlihat dari upaya untuk menjangkau kelompok masyarakat di wilayah terdepan, tertinggal, dan terluar (3T), serta memberikan perhatian kepada penyandang disabilitas agar memperoleh kesempatan yang setara dalam mengakses pendidikan.
“Termasuk partisipasi masyarakat dari wilayah terdepan, tertinggal, dan terluar, serta lulusan yang menyandang disabilitas,” tambahnya.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan tidak hanya berorientasi pada peningkatan angka partisipasi, tetapi juga menekankan prinsip keadilan dan kesetaraan.
Ia menambahkan bahwa pemerintah telah menunjukkan respons yang adaptif dalam mengatasi berbagai kendala tersebut. Melalui evaluasi dan penyempurnaan berkelanjutan, pemerintah dinilai berupaya memperkecil kesenjangan antara kebijakan dan implementasi.
“Pemerintah menyadari dan telah berusaha memperpendek jarak itu untuk perbaikan secara bertahap,” lanjutnya.
Menurutnya, peningkatan mutu pendidikan merupakan proses jangka panjang yang memerlukan konsistensi dan kerja sama dari berbagai pihak.
Oleh karena itu, hasil dari kebijakan pendidikan tidak dapat dinilai secara instan, melainkan harus dilihat sebagai bagian dari proses pembangunan yang berkelanjutan.
“Semua usaha perbaikan perlu proses, dan dalam proses itu tentu membutuhkan waktu,” pungkasnya.
Sejalan dengan hal tersebut, pemerintah terus mengakselerasi berbagai program prioritas pendidikan melalui peningkatan kompetensi tenaga pendidik, penerapan kurikulum yang adaptif, serta pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran.
Selain itu, pembangunan dan revitalisasi sarana prasarana pendidikan juga terus dilakukan guna menciptakan lingkungan belajar yang lebih optimal.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer




























































