Dalam rangka pelaksanaan tugas mata kuliah Pengorganisasian dan Pengembangan Masyarakat (Community Organization and Community Development/COCD), Jihan Marwa Alya, mahasiswi Program Studi Kesejahteraan Sosial Universitas Sumatera Utara (USU), melaksanakan kegiatan turun lapangan bersama siswa sekolah dasar dengan mengangkat pendekatan Asset Based Community Development (ABCD).
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan kepada anak-anak bahwa setiap individu memiliki aset atau potensi yang dapat dikembangkan untuk menciptakan perubahan positif di lingkungan sekitarnya. Materi disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana dan disesuaikan dengan usia peserta agar lebih mudah dipahami.
Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak memahami bahwa aset tidak selalu berkaitan dengan uang atau benda berharga. Kemampuan menggambar, menulis, bernyanyi, bermain olahraga, memiliki banyak teman, serta semangat untuk membantu orang lain juga merupakan bentuk aset yang dimiliki oleh setiap individu. Anak-anak juga diperkenalkan pada konsep bahwa aset yang berbeda dapat digabungkan untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi banyak orang.
Salah satu contoh yang diberikan adalah kolaborasi antara siswa yang memiliki kemampuan menulis dengan siswa yang gemar menggambar. Melalui kerja sama tersebut, mereka dapat menghasilkan buku cerita sederhana karya sendiri. Kumpulan buku tersebut kemudian dapat dimanfaatkan sebagai bahan bacaan dalam sebuah perpustakaan mini yang dapat digunakan bersama oleh teman-teman di sekolah.
Melalui contoh-contoh sederhana tersebut, anak-anak diajak untuk memahami bahwa pemanfaatan aset yang telah dimiliki dapat membantu meminimalkan kebutuhan biaya, menghemat waktu, serta menghargai kemampuan diri sendiri dan orang lain. Pendekatan ini juga menanamkan pentingnya kerja sama dan saling melengkapi dalam mencapai tujuan bersama.
Suasana kegiatan berlangsung secara interaktif dengan melibatkan partisipasi aktif dari para siswa. Mereka diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat, berbagi pengalaman, serta mengidentifikasi berbagai potensi yang ada di dalam diri maupun lingkungan sekitar mereka.
Sebagai bentuk refleksi atas materi yang telah disampaikan, pada akhir kegiatan siswa diminta untuk menuliskan pemahaman mereka pada sticky notes. Anak-anak menuliskan hal-hal yang mereka pelajari selama kegiatan berlangsung, aset yang mereka rasa telah dimiliki, aset yang ingin mereka kembangkan, maupun berbagai harapan terkait aset atau sumber daya yang ingin mereka lihat hadir di lingkungan sekitar.
Beragam jawaban menarik muncul dari hasil refleksi tersebut. Beberapa siswa menyadari bahwa mereka memiliki kemampuan dalam menggambar, menulis, berhitung, ataupun membantu teman yang mengalami kesulitan. Sementara itu, siswa lainnya menuliskan harapan seperti tersedianya lebih banyak buku bacaan, ruang belajar yang nyaman, taman bermain, hingga kegiatan yang dapat mengembangkan bakat mereka.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari proses pembelajaran dalam mata kuliah COCD, tetapi juga menjadi upaya untuk menanamkan pola pikir berbasis kekuatan sejak dini. Dengan mengenali dan mengembangkan aset yang dimiliki, anak-anak diharapkan dapat tumbuh menjadi individu yang lebih percaya diri, mampu bekerja sama, serta memiliki kepedulian terhadap potensi yang ada dalam komunitasnya.
Melalui pendekatan berbasis aset, perubahan tidak selalu harus dimulai dari apa yang tidak dimiliki, melainkan dari apa yang sudah ada. Sebab, setiap anak memiliki potensi, dan setiap potensi akan menjadi lebih bermakna ketika dihubungkan untuk menciptakan kebaikan bersama.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































