Yogyakarta — MAN 1 Yogyakarta menerima kunjungan Tim Pendampingan dari Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada Rabu (10/6/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Pembinaan Lembaga dalam Pengutamaan Bahasa Negara pada Satuan Pendidikan yang bertujuan memperkuat penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar di lingkungan sekolah.
Tim pendamping yang terdiri atas Endah Nur Fatimah dan Fahma Ainurrizka disambut langsung oleh Kepala MAN 1 Yogyakarta Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., Kepala Tata Usaha Isti Wahyuni, S.E., M.M., serta sejumlah guru dan tenaga kependidikan, yakni Wakil Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Masayu Nurul Ana, S.Ant., M.Pd, Guru Bahasa Indonesia Ervania, S.Pd., M.Pd., dan Arsiparis Nurul Alfi Laili, S.PSI.
Dalam sambutannya, Endah Nur Fatimah menjelaskan bahwa sekolah memiliki peran strategis dalam membangun budaya berbahasa yang baik di kalangan generasi muda.
“Sekolah sebagai satuan pendidikan merupakan ruang yang penting dan strategis untuk mengajarkan dan membentuk kompetensi, sikap, dan kebiasaan berbahasa para generasi muda,” ujarnya.
Ia menambahkan, program pendampingan ini tidak hanya berfokus pada aspek administratif, tetapi juga menjadi upaya membangun kesadaran bersama tentang pentingnya pengutamaan bahasa negara di ruang publik pendidikan.

Kepala MAN 1 Yogyakarta Edi Triyanto menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Balai Bahasa DIY kepada madrasahnya sebagai lembaga binaan. Menurutnya, pendampingan tersebut menjadi kesempatan berharga untuk melakukan evaluasi sekaligus perbaikan terhadap berbagai aspek kebahasaan di lingkungan madrasah.
“Kami mengucapkan selamat datang dan menyambut baik maksud kedatangan dari Tim Balai Bahasa. Kami juga mohon arahan dan siap untuk melakukan perbaikan apabila ada koreksi yang diberikan,” tutur Edi.
Dalam sesi pendampingan, Tim Balai Bahasa memaparkan latar belakang, tujuan, serta mekanisme pelaksanaan program pembinaan. Dua aspek utama yang menjadi fokus pembinaan adalah lanskap bahasa dan naskah dinas. Lanskap bahasa mencakup penggunaan bahasa pada berbagai media informasi di lingkungan sekolah, seperti papan nama, petunjuk, spanduk, dan media publik lainnya. Sementara itu, naskah dinas meliputi berbagai dokumen resmi yang digunakan dalam tata kelola administrasi sekolah.
Selain pemaparan materi, tim juga melakukan inventarisasi data sebagai dasar pemberian masukan dan rekomendasi perbaikan. Hasil pendampingan tersebut nantinya akan menjadi eviden penilaian bagi lembaga binaan dalam proses pembinaan yang dilakukan secara bertahap.
Dengan pendampingan ini, MAN 1 Yogyakarta berharap dapat menjadi contoh satuan pendidikan yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga tertib dan berbudaya dalam penggunaan bahasa Indonesia. (alf)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer







































































