SEMARANG — Dunia pendidikan saat ini memang tidak lepas dari pengaruh digital. Secara tidak sadar, hal ini terlihat pada adanya perubahan karakter murid saat ini. Fenomena ini dirasakan langsung oleh mereka yang berada di garis depan, yaitu para pendidik.
Melalui wawancara yang dilakukan, tiga pendidik asal Kabupaten Semarang dengan latar belakang berbeda, Risma (guru SMA), bersama Ami dan Sarah (tutor les), berbagi perspektif sekaligus harapan mereka dalam menghadapi perubahan karakter murid yang terjadi.
Fenomena “Instan” dalam Proses Belajar
Menanggapi pertanyaan tentang satu kata yang menggambarkan murid masa kini, ketiga narasumber tersebut menyebut instan dan secepatnya sebagai ciri khas siswa masa kini yang tampak selama proses belajar berlangsung. Mereka menjelaskan bahwa siswa sering kali hanya fokus pada hasil akhir, mendapat hasil dengan cepat dan terburu-buru tanpa memahami setiap langkah prosesnya dengan baik. Sarah menyoroti perilaku siswa di tempat lesnya yang cenderung ingin cepat datang dan pulang.
Namun, ketiga narasumber memandang fenomena ini sebagai bagian dari transformasi. Seperti yang dikatakan Ami dan Risma, mereka menilai bahwa siswa saat ini lahir pada masa di mana “segala sesuatu serba cepat”, yang secara alami menciptakan pola pikir instan. Namun, Sarah memperingatkan bahwa hal ini dapat menjadi kemunduran apabila sering terjadi pada kegiatan yang kurang baik.
Untuk mengatasinya, Ami dan Sarah memiliki pendekatan yang sama, yaitu tetap tegas selama proses pembelajaran, dan bersikap ramah di waktu luang atau di luar jam belajar. Sementara itu, Risma menempatkan dirinya sebagai “teman belajar” dengan menjelaskan materi menggunakan bahasa yang dipahami siswa. Selain itu, ia tetap meluangkan waktu untuk berdiskusi atau mengirim pesan melalui Whatsapp sesuai jam efektif dengan tetap menjaga batasan profesional sebagai guru namun tidak membuat mereka merasa sungkan.
Internet sebagai Tantangan dalam Dunia Pendidikan
Munculnya pola pikir instan lahir dari kemajuan teknologi internet. Selain faktor internal seperti rasa ingin tahu dan kebiasaan pribadi, karakter siswa saat ini juga dibentuk oleh lingkungan dan paparan digital. Pergeseran ini paling terlihat dalam proses belajar ketika siswa menemukan metode alternatif atau “jalan pintas” di internet yang berbeda dari instruksi guru mereka.
Ketiga narasumber sepakat bahwa penggunaan metode eksternal ini diperbolehkan, asalkan siswa memahami logika di baliknya sehingga mereka dapat menerapkannya pada masalah yang lebih kompleks di kemudian hari. Risma dan Sarah bahkan berusaha turut terlibat dalam memahami dan menjelaskan metode-metode ini bersama para siswa.
Eksistensi Pendidik di Era Saat Ini
Ketiga pembicara berpendapat bahwa meskipun kecerdasan buatan (AI) semakin mendominasi, tenaga pendidik tetap memiliki peran penting dalam dunia pendidikan. Risma menyoroti bahwa guru memiliki motivasi, perasaan, dan emosi yang mereka gunakan untuk memahami dan mendorong siswa serta memastikan mereka diarahkan ke informasi yang tepat. Sebaliknya, Ami memandang guru sebagai “teman belajar” yang memberikan kenyamanan dan empati, bertindak sebagai jembatan penting antara siswa dan teknologi yang mereka gunakan. Sejalan dengan perspektif ini, Sarah menganggap guru sebagai pemimpin dalam proses pendidikan yang memiliki kontrol dan harus terus memerhatikan perkembangan individu dan karakter setiap siswa.
Pelestarian Nilai Generasi Menurut Para Pendidik
Wawancara ini ditutup dengan pembahasan mengenai nilai-nilai yang harus dilestarikan dan diwariskan dari generasi ke generasi. Nilai-nilai tradisional seperti daya juang tinggi, pemahaman yang terstruktur dan terencana, dan disiplin diakui oleh para pembicara sebagai pilar-pilar yang krusial. Selain itu, mereka menyadari bahwa siswa masa kini memiliki keunggulan tersendiri yang harus ditingkatkan, di antaranya semangat keterbukaan, keragaman metodologis, dan responsivitas kinestetik.
Dengan demikian, manusia sebagai pendidik, baik dalam pendidikan formal maupun pendidikan informal, tetap memegang peranan penting dalam menavigasi pergeseran ini, meskipun pertumbuhan teknologi yang pesat tak diragukan lagi mempengaruhi terbentuknya karakter murid masa kini.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






























































