Bengkulu – Semangat peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 Tahun 2026 terasa semakin semarak dengan digelarnya kegiatan tasyakuran oleh jajaran pemasyarakatan di Bengkulu. Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Bengkulu turut ambil bagian dalam kegiatan ini sebagai bentuk rasa syukur dan kebersamaan antar insan pemasyarakatan.
Tasyakuran menjadi salah satu agenda penting dalam rangkaian peringatan HBP karena mengandung nilai refleksi, evaluasi, sekaligus harapan bagi masa depan pemasyarakatan. Kegiatan diawali dengan doa bersama yang dipimpin secara khidmat, diikuti seluruh peserta yang hadir.
Suasana kekeluargaan sangat terasa saat pemotongan tumpeng dilakukan sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan panjang pemasyarakatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Momentum ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antar pegawai serta memperkuat semangat kebersamaan.
Kepala Bapas Kelas I Bengkulu, Aidil Jumidi, menuturkan bahwa tasyakuran bukan sekadar seremonial, melainkan momentum refleksi bagi seluruh insan pemasyarakatan.
“Melalui tasyakuran ini kita diingatkan kembali bahwa tugas pemasyarakatan adalah tugas mulia yang menuntut dedikasi, integritas, dan kepedulian. Kita tidak hanya membina, tetapi juga mengembalikan harapan bagi mereka yang ingin memperbaiki diri,” ungkap Aidil Jumidi.
Ia menjelaskan bahwa peran Bapas sangat penting dalam mendukung keberhasilan reintegrasi sosial klien pemasyarakatan. Melalui pembimbingan dan pendampingan yang berkelanjutan, klien diharapkan mampu kembali menjadi anggota masyarakat yang produktif dan bertanggung jawab.
Aidil juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak dalam mendukung program pemasyarakatan. Menurutnya, keberhasilan pembimbingan tidak dapat dilakukan secara sendiri, melainkan membutuhkan dukungan dari masyarakat, pemerintah daerah, serta instansi terkait.
Momentum HBP ke-62 ini juga menjadi pengingat bahwa pemasyarakatan terus bertransformasi menuju sistem yang lebih humanis dan berorientasi pada pemulihan. Hal ini sejalan dengan semangat reformasi birokrasi yang menuntut pelayanan publik yang transparan, akuntabel, dan profesional.
Kegiatan tasyakuran diakhiri dengan ramah tamah yang semakin mempererat hubungan antar peserta. Suasana hangat yang tercipta mencerminkan kuatnya solidaritas dalam keluarga besar pemasyarakatan.
Melalui kegiatan ini, Bapas Bengkulu berharap semangat kebersamaan dan pengabdian akan terus tumbuh, sehingga pemasyarakatan semakin mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.(IH)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer




























































