Dunia pendamping desa lagi naik level. Kalau dulu evaluasi kinerja (evkin) itu urusannya atasan ke bawahan, sekarang ceritanya makin lengkap—semua kebagian peran. Dari yang biasa menilai, sampai yang biasa dinilai, sekarang saling menatap sambil pegang “rapor”.
Berdasarkan aturan terbaru, penilaian Tenaga Pendamping Profesional (TPP) tidak lagi satu arah. Ada tiga pihak yang ikut kasih nilai: Kepala P3MD, PPK, dan yang paling menarik… dari pengguna layanan pendampingan. Nah, di sinilah ceritanya mulai seru.
Pengguna layanan dilevel desa adalah kepala desa, sedangkan dilevel kecamatan adalah camat. Pendamping Lokal Desa (PLD) dinilai oleh kepala desa, Pendamping Desa (PD) dinilai oleh camat.
Bayangkan, ketika ada oknum TPP yang dulu datang ke desa cuma pas ada acara penting, sekarang harus siap dinilai langsung oleh kepala desa. Yang biasanya jarang terlihat, tiba-tiba jadi lebih rajin “silaturahmi”. Entah karena rindu desa, atau rindu nilai bagus—yang penting hadir dulu.
Secara angka sih kelihatannya santai. Porsi penilaian pengguna layanan cuma 10%. Tapi jangan salah, 10% ini ibarat cabe rawit—kecil, tapi pedasnya bisa bikin keringat dingin. Apalagi kalau nilai dari sana ikut menentukan nasib di akhir: lanjut kerja atau… pamit baik-baik.
Buat TPP yang dari dulu memang kerja serius, ya ini bukan masalah. Malah jadi panggung pembuktian. Tapi buat yang selama ini lebih sering “absen tak terlihat”, ini bisa jadi momen refleksi yang cukup menegangkan.
Akhirnya, evkin model baru ini seperti alarm yang dibunyikan agak keras: kalau ingin aman, ya harus benar-benar hadir—bukan cuma nama di DRP, tapi juga kerja nyata di desa.
Jadi, kalau tiba-tiba pendamping sering muncul di desa, jangan kaget. Bisa jadi bukan sekadar kunjungan… tapi lagi kejar nilai kehidupan.😀
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer



























































