Suasana pembelajaran IPA di kelas IX B MTsN 6 Bantul tampak berbeda dari biasanya. Siswa mengikuti kegiatan praktikum uji asam dan basa menggunakan indikator alami dari kunyit dengan penuh antusias dan keceriaan.
Pada kegiatan ini, siswa dibagi dalam 8 kelompok kecil untuk melakukan percobaan sederhana. Berbagai bahan yang mudah dijumpai di lingkungan sekitar digunakan sebagai objek uji, di antaranya cuka, jeruk nipis, soda kue, pemutih pakaian, dan deterjen. Masing-masing bahan ditetesi larutan indikator kunyit untuk melihat perubahan warna yang menunjukkan sifat asam atau basa.
Guru IPA pengampu, Joko Setiawan, menyampaikan bahwa penggunaan indikator kunyit sengaja dipilih agar siswa lebih mudah memahami konsep asam dan basa melalui pengalaman langsung.
“Dengan indikator kunyit, siswa bisa melihat secara nyata perubahan warna yang terjadi. Ternyata hal ini membuat mereka lebih mudah memahami materi dan jauh lebih bersemangat,” ungkapnya.
Selama kegiatan berlangsung, siswa tampak gembira saat menyaksikan reaksi warna yang muncul dari masing-masing bahan. Diskusi kelompok pun berjalan aktif, menunjukkan keterlibatan siswa yang tinggi dalam proses pembelajaran.
Kepala MTsN 6 Bantul, Sugiyono, mengapresiasi inovasi pembelajaran yang dilakukan guru IPA tersebut.
“Pembelajaran kontekstual seperti ini sangat baik karena melibatkan siswa secara langsung. Selain meningkatkan pemahaman konsep, kegiatan ini juga menumbuhkan rasa ingin tahu dan kegembiraan belajar di kelas,” tuturnya.
Melalui pembelajaran ini, diharapkan siswa tidak hanya memahami materi asam dan basa secara teoritis, tetapi juga mampu mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari. Suasana belajar yang gembira dan interaktif pun menjadi modal penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPA di MTsN 6 Bantul. (Jks/ewh)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”










































































