SUKOHARJO, 4 Juli 2026 — Ratusan mahakarya topeng wayang bernilai seni dan ekonomi tinggi menghiasi Pendopo Balai Desa Jatisobo, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo. Menariknya, ragam karya tersebut bukanlah buatan pengrajin biasa, melainkan hasil tangan terampil 100 pemuda penyandang disabilitas yang berhasil menyulap limbah kertas menjadi produk kriya bernilai jual tinggi.
Keberhasilan penciptaan karya ini dirayakan secara megah dalam acara “Gelar Karya Seni Budaya Ekologis & Pembentukan Unit Usaha Kelompok” yang telah dilangsungkan pada Selasa (23/6/2026) malam. Para pemuda kreatif yang bernaung di bawah Sanggar Inklusi Permata Hati ini merupakan penerima manfaat utama dari program pemberdayaan inklusif yang diinisiasi oleh Yayasan Kiblat Abinaya Indonesia (YAKABI). Program strategis ini berjalan berkat dukungan pendanaan dari Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) Kementerian Kehutanan Republik Indonesia.
Malam puncak tersebut tidak sekadar menjadi ajang pameran visual bergaya galeri eksotis, tetapi juga dipadukan dengan pementasan budaya yang memukau dari Sanggar Tari Jatisobo dan grup karawitan Laras Madya Ngesti Swara. Suasana magis di pendopo sukses memantik decak kagum tamu undangan, pejabat daerah, hingga masyarakat umum yang hadir. Antusiasme tersebut langsung diwujudkan melalui transaksi pembelian produk topeng wayang secara langsung di lokasi pameran.
Fadhel Moubharok Ibni Faisal, Ketua Yayasan Kiblat Abinaya Indonesia (YAKABI) menegaskan bahwa program ini adalah bentuk nyata dari transformasi pemberdayaan kelompok rentan yang memadukan pilar ekologi, pelestarian budaya, dan inklusi sosial.
“Malam Gelar Karya ini adalah bukti sahih bahwa penyandang disabilitas tidak lagi sekadar menjadi objek penerima bantuan sosial, tetapi mampu bertransformasi menjadi wirausahawan sosial (sociopreneur) yang tangguh dan mandiri. Melalui inovasi pemanfaatan limbah kertas sebagai pengganti kayu ukir, mereka tidak hanya meraih kemandirian finansial, tetapi juga menjadi pahlawan yang berkontribusi nyata pada pelestarian hutan, mitigasi polusi udara, dan pencapaian target iklim nasional FOLU Net Sink 2030,” ujar Ketua YAKABI.
Momen paling bersejarah sekaligus emosional pada malam Gelar Karya tersebut adalah deklarasi resmi pembentukan “Unit Usaha Kelompok Sanggar Permata Hati”. Unit usaha ini diresmikan sebagai wadah ekosistem bisnis terpadu yang membawahi lini produksi kriya, manajemen media sosial, hingga pemasaran digital, guna memastikan bahwa roda ekonomi sirkular terus berputar secara berkelanjutan bagi para peserta.
Kepala Desa Jatisobo, Darmanto, yang turut hadir dan mengawal proses peresmian unit usaha tersebut, tidak dapat menyembunyikan rasa haru serta apresiasi mendalam atas pencapaian warganya.
“Sebagai pemerintah desa, kami sangat bangga dan terharu melihat anak-anak istimewa kami dari Sanggar Inklusi Permata Hati mampu menghasilkan karya seni yang luar biasa indah. Inisiatif YAKABI ini sangat membantu desa kami dalam mengatasi persoalan penumpukan dan polusi akibat pembakaran sampah kertas, sekaligus menghidupkan kembali budaya topeng tradisional yang diwariskan leluhur Jatisobo. Kami dari pihak desa berkomitmen penuh akan terus mendukung dan memfasilitasi Unit Usaha Kelompok ini agar semakin maju ke depannya,” ungkap Darmanto.
Rangkaian program yang berlangsung komprehensif ini membekali peserta dengan keterampilan hulu ke hilir; mulai dari pemilahan limbah, pembuatan adonan bubur kertas (pulp) menjadi cetakan wajah karakter klasik warisan leluhur, hingga strategi fotografi dan pemasaran digital. Keberhasilan Gelar Karya di Desa Jatisobo ini diharapkan mampu menjadi cetak biru percontohan pemberdayaan inklusif di Indonesia, membuktikan bahwa perbaikan lingkungan hidup dan pelestarian budaya dapat diwujudkan melalui kolaborasi dan sentuhan tangan kelompok disabilitas.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer








































































