Tren Digicam Kembali Diminati, Jadi Peluang Bisnis di Era Digital
Depok, 21 Juni 2026 – Di tengah perkembangan teknologi kamera pada ponsel yang semakin canggih, kamera digital lawas atau digital camera (digicam) justru kembali diminati masyarakat. Tren foto bergaya vintage yang ramai di media sosial membuat banyak anak muda mulai mencari digicam karena hasil fotonya dinilai memiliki karakter yang berbeda dibandingkan kamera smartphone.
Meningkatnya minat terhadap digicam juga membawa peluang bagi pelaku usaha. Kamera yang beberapa tahun lalu sempat ditinggalkan kini kembali memiliki nilai jual dan menjadi barang yang banyak dicari, baik untuk kebutuhan fotografi maupun pembuatan konten di media sosial.
Salah satu pelaku usaha yang merasakan tren tersebut adalah Adi. Pria yang mulai berjualan digicam sejak Desember 2025 itu mengaku usahanya berawal dari ketertarikannya pada dunia fotografi. Melihat permintaan pasar yang terus meningkat, ia memutuskan untuk menjadikan hobinya sebagai peluang usaha.
Untuk mendapatkan stok, Adi mencari kamera dari sejumlah pemasok di wilayah Jabodetabek, seperti Jatinegara, Jakarta Utara, dan Bekasi. Menurutnya, tidak semua kamera yang diperoleh langsung dijual. Setiap unit terlebih dahulu diperiksa untuk memastikan kondisi fisik, fungsi tombol, kualitas lensa, hingga hasil foto masih dalam kondisi baik.
“Harga jual disesuaikan dengan merek dan kondisi kamera. Kisarannya mulai dari ratusan ribu hingga sekitar Rp1 juta per unit,” ujar Adi.
Ia mengatakan, salah satu alasan digicam kembali diminati adalah karena hasil fotonya memiliki ciri khas yang sulit didapatkan dari kamera ponsel. Warna yang dihasilkan terlihat lebih alami dengan nuansa vintage yang banyak disukai anak muda. Tidak sedikit pembeli yang sengaja mencari digicam untuk mengabadikan momen bersama teman, keluarga, atau membuat konten di media sosial.
Selain itu, sebagian besar tipe digicam sudah tidak lagi diproduksi oleh pabrikan. Kondisi tersebut membuat beberapa model menjadi semakin langka sehingga memiliki nilai tersendiri di kalangan pecinta fotografi maupun kolektor kamera.
Menurut Adi, pembeli yang datang tidak hanya berasal dari kalangan penghobi fotografi. Banyak pelajar, mahasiswa, hingga pekerja muda yang mulai tertarik menggunakan digicam karena ingin mendapatkan hasil foto dengan kesan retro tanpa harus menggunakan filter tambahan.
Meski permintaan terus meningkat, Adi mengaku tetap menghadapi tantangan dalam menjalankan usahanya. Salah satunya adalah mencari stok kamera yang masih layak pakai. Ia harus lebih teliti saat memilih barang agar kualitas yang diterima konsumen tetap terjaga.
“Kalau dapat barang kondisinya bagus memang tidak selalu mudah. Jadi harus benar-benar dicek sebelum dijual lagi supaya pembeli juga puas,” katanya.
Melihat tren yang masih berkembang, Adi berharap minat masyarakat terhadap digicam dapat terus bertahan. Menurutnya, selama masih ada orang yang menyukai hasil foto dengan nuansa klasik, peluang bisnis kamera digital lawas masih cukup menjanjikan.
Kembalinya popularitas digicam menunjukkan bahwa perkembangan teknologi tidak selalu membuat produk lama kehilangan peminat. Di tengah era digital, kamera lawas justru kembali mendapat tempat karena mampu menawarkan pengalaman dan hasil foto yang memiliki karakter berbeda.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer

































![Blok M Jadi Surga Nongkrong Gen Z di Jakarta Selatan 33 Kepadatan pengunjung kawasan Blok M
[Sumber Foto : Dokumentasi Pribadi]](https://siaran-berita.com/wp-content/uploads/2026/06/1000862511-360x180.jpg)









































