MAJALENGKA – Momentum pengukuhan Rektor baru Universitas Majalengka (Unma) berubah menjadi panggung pesan keras tentang masa depan pendidikan tinggi di daerah.
Di hadapan civitas akademika, tokoh masyarakat hingga mahasiswa, Wakil Bupati Majalengka Dena Muhamad Ramdhan menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan kampus bukan sekadar seremoni, melainkan titik penentuan arah perubahan bagi generasi masa depan.
Pengukuhan Rektor Unma periode 2026 – 2030 berlangsung khidmat di Auditorium Universitas Majalengka, Senin (11/5/2026). Dalam agenda itu, Yayasan Pembina Pendidikan Majalengka (YPPM) resmi menetapkan Dr. H. Otong Syuhada sebagai Rektor baru untuk masa bakti lima tahun ke depan.
Namun sorotan utama tertuju pada pernyataan Wakil Bupati Dena Muhamad Ramdhan yang menekankan bahwa dunia pendidikan tengah menghadapi tantangan besar dan membutuhkan kepemimpinan yang berani menghadirkan perubahan nyata.
“Di balik sebuah pelantikan, ada tanggung jawab besar untuk menciptakan perubahan yang berarti. Semoga kepemimpinan baru membawa semangat kolaborasi, inovasi, dan kemajuan bersama,” tegas Dena di hadapan awak media. Selasa, (12/05/2026)
Pernyataan itu menjadi sinyal kuat bahwa Pemerintah Kabupaten Majalengka menaruh harapan besar terhadap Unma sebagai pusat lahirnya generasi unggul dan motor pembangunan daerah. Dena juga meminta kampus tidak hanya fokus pada akademik, tetapi mampu menjawab tantangan zaman dengan kualitas, integritas, dan daya saing.
“Selamat atas pelantikan rektor baru. Semoga mampu membawa Universitas Majalengka semakin berkembang dan Langkung Sae,” lanjutnya.
Di tengah ekspektasi besar tersebut, Rektor baru Dr. H. Otong Syuhada langsung melontarkan pernyataan yang menyita perhatian publik kampus. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan bukan soal senioritas atau lamanya mengabdi, melainkan kemampuan menjaga keberlanjutan prestasi di tengah kompleksitas zaman.
“Kepemimpinan adalah tentang keberlanjutan mengukir prestasi yang lebih besar di tengah tantangan yang semakin kompleks,” ujarnya.
Otong juga mengusung prinsip “Value for Values, No Conspiracy and Defender Integrity” sebagai fondasi tata kelola kampus. Bahkan, ia mengaku siap mundur apabila tidak mampu menjalankan amanah kepemimpinan secara maksimal.
“Saya berkomitmen siap mundur apabila tidak mampu menjalankan amanah ini. Jabatan ini bukan sesuatu yang membanggakan, melainkan tanggung jawab besar,” katanya disambut perhatian mahasiswa.
Pernyataan itu memunculkan optimisme baru di lingkungan kampus. Mahasiswa berharap era kepemimpinan baru mampu membawa perubahan nyata dalam kualitas akademik, fasilitas pendidikan, hingga transparansi kebijakan kampus.
Pengukuhan rektor baru ini sekaligus menjadi momentum penting bagi Majalengka dalam memperkuat sektor pendidikan tinggi di tengah persaingan global yang semakin ketat.
Dukungan penuh pemerintah melalui Wakil Bupati Dena Muhamad Ramdhan dinilai menjadi sinyal kuat bahwa transformasi pendidikan kini menjadi salah satu fokus strategis pembangunan daerah. ** (Agit)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































