Malang – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Malang menggelar Pelatihan Fikih Media Sosial untuk Penguatan Kewargaan Digital Islami dan Moderat bagi Bapak/Ibu Guru Sekolah Dasar pada Sabtu, 11 Juli 2026. Kegiatan berlangsung pukul 08.00 hingga 15.00 WIB di Aula Dafa Sumbi, kompleks Pondok Pesantren Darul Faqih Malang Indonesia, dan diikuti oleh guru-guru dari sejumlah sekolah mitra.
Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber, yaitu K.H. Dr. Faris Khoirul Anam, Lc., M.H.I., Beliau adalah dosen UM sekaligus pengasuh PP. Darul Faqih Malang dan Dr (Cand.) M. Alifuddin Ikhsan, S.Pd., Gr., M.Pd merupakan dosen UB. Keduanya membawakan materi seputar fikih bermedia sosial, penguatan moderasi beragama di ruang digital, serta strategi pembelajaran berbasis deep learning yang dapat diterapkan guru di kelas.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Malang (LPPM UM) yang diinisiasi oleh ketua tim pengabdian, yaitu K.H. Dr. Faris Khoirul Anam, Lc., M.H.I. Dan menyasar guru-guru pada delapan sekolah yang tergabung dalam Sub Rayon 33 Dinas Pendidikan Kabupaten Malang.
Ketua tim pelaksana menjelaskan, pelatihan ini digagas untuk menjawab persoalan nyata di lapangan. Penggunaan media sosial oleh guru maupun peserta didik terus meningkat, namun belum diimbangi dengan pemahaman yang memadai tentang etika dan fikih bermedia sosial. Kondisi tersebut berpotensi memunculkan berbagai masalah, mulai dari penyebaran informasi yang tidak terverifikasi, rendahnya budaya tabayyun, paparan konten radikal, hingga lemahnya penguatan nilai moderasi beragama di ruang digital.
“Guru memiliki posisi strategis sebagai pendidik sekaligus teladan dalam pembentukan karakter peserta didik di era digital. Karena itu, pemahaman fikih media sosial menjadi bekal penting agar guru mampu membimbing siswa menghadapi berbagai fenomena digital secara kritis dan tetap berpegang pada prinsip Islam yang moderat,” demikian salah satu poin yang disampaikan dalam pelatihan.
Secara teknis, pelatihan berlangsung dalam format workshop intensif. Materi disampaikan secara bertahap, mulai dari penguatan konsep tabayyun dalam verifikasi informasi, etika komunikasi digital, pencegahan penyebaran hoaks, perlindungan privasi digital, hingga strategi mencegah paparan radikalisme dan ekstremisme di media sosial. Selain pemaparan konsep, peserta juga diajak berdiskusi dan berlatih menyusun skenario pembelajaran berbasis deep learning yang mengintegrasikan isu-isu media sosial ke dalam mata pelajaran yang mereka ampu, seperti Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, Pendidikan Pancasila, hingga Bimbingan Konseling.
Dari sisi hasil, program yang telah dilaksanakan oleh tim pengabdian menunjukkan dampak yang signifikan terhadap pemahaman guru. Rata-rata skor pemahaman peserta tentang fikih media sosial meningkat dari 49,3 menjadi 81,1 pada skala 100 setelah mengikuti pelatihan, dengan peningkatan tertinggi pada aspek pemahaman prinsip moderasi beragama digital. Guru peserta juga terbukti mampu menyusun perangkat pembelajaran baru dan memproduksi konten edukatif digital, seperti infografis, video pendek, dan artikel populer bertema tabayyun, anti-hoaks, dan moderasi beragama, yang kemudian disebarluaskan melalui media sosial sekolah maupun grup komunikasi guru.
Salah seorang peserta mengaku pelatihan semacam ini membuka wawasan baru yang selama ini jarang disentuh oleh program literasi digital pada umumnya. “Sebelum ikut pelatihan ini, saya tidak tahu bahwa menyebarkan informasi tanpa tabayyun terlebih dahulu bisa masuk kategori dosa. Sekarang saya lebih berhati-hati dan selalu cek dulu sebelum share ke grup orang tua,” ujar Bapak Rasyid salah satu peserta.
Melalui pendekatan yang memadukan literasi digital, moderasi beragama, dan inovasi pembelajaran, kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada sesi pelatihan semata, melainkan berlanjut melalui pendampingan dan pembentukan komunitas praktik antarguru. Dengan begitu, budaya digital yang islami, kritis, dan moderat dapat terus tumbuh di lingkungan sekolah, sejalan dengan upaya mendukung pendidikan berkualitas serta perdamaian dan ketahanan sosial di ruang digital.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































