Saat ini teknologi semakin berkembang dan membuat semua hal menjadi lebih mudah. Kehadiran handphone dan media sosial memang sangat membantu kehidupan sehari-hari, terutama bagi pelajar dan mahasiswa. Dengan adanya internet, informasi dapat diperoleh dengan cepat hanya melalui genggaman tangan. Namun, di balik kemudahan tersebut, minat membaca di kalangan generasi muda justru semakin menurun. Banyak pelajar yang lebih tertarik menggunakan media sosial dibandingkan membaca buku atau mencari ilmu pengetahuan dari sumber yang lebih terpercaya.
Banyak anak sekolah lebih sering menghabiskan waktu bermain media sosial, menonton video pendek, atau bermain game dibanding membaca buku. Kebiasaan membaca perlahan mulai berkurang karena generasi sekarang lebih terbiasa dengan sesuatu yang cepat dan instan. Informasi singkat yang muncul di media sosial membuat sebagian pelajar menjadi malas membaca teks panjang dan kurang tertarik mempelajari sesuatu secara mendalam. Hal tersebut tentu menjadi masalah yang cukup serius bagi dunia pendidikan.
Padahal, membaca memiliki banyak manfaat, seperti menambah pengetahuan, melatih cara berpikir, dan meningkatkan kemampuan berbicara maupun menulis. Dengan membaca, seseorang dapat memahami banyak hal baru serta memperluas wawasan yang dimiliki. Selain itu, membaca juga membantu pelajar untuk lebih kritis dalam menerima informasi sehingga tidak mudah percaya pada berita bohong atau informasi yang belum jelas kebenarannya. Jika minat membaca terus menurun, maka kualitas pendidikan juga dapat ikut menurun.
Di sekolah, perpustakaan sering terlihat sepi pengunjung. Tidak sedikit siswa yang membaca hanya saat ada tugas dari guru atau ketika akan menghadapi ujian. Setelah tugas selesai, kebiasaan membaca kembali ditinggalkan. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran untuk membaca masih rendah di kalangan pelajar. Banyak siswa menganggap membaca sebagai kegiatan yang membosankan, padahal membaca merupakan salah satu cara penting untuk mencapai keberhasilan dalam pendidikan.
Sebagai generasi muda, kita seharusnya mulai membiasakan diri untuk membaca dan meningkatkan literasi. Membaca tidak harus selalu melalui buku pelajaran, tetapi juga bisa melalui novel, artikel pendidikan, berita, maupun buku pengetahuan lainnya yang bermanfaat. Dengan membiasakan membaca setiap hari, sedikit demi sedikit minat literasi dapat meningkat. Lingkungan sekolah dan keluarga juga memiliki peran penting dalam mendukung budaya membaca di kalangan pelajar.
Oleh karena itu, budaya literasi perlu ditingkatkan agar generasi muda tidak hanya menjadi generasi instan, tetapi juga generasi yang cerdas, kreatif, dan memiliki wawasan luas. Teknologi seharusnya dimanfaatkan sebagai sarana untuk belajar dan menambah pengetahuan, bukan hanya sebagai hiburan semata. Dengan meningkatkan minat membaca, generasi muda diharapkan mampu menjadi penerus bangsa yang berkualitas dan siap menghadapi tantangan di masa depan.
Nama Asima Naiborhu
Nim 250520135 (Universitas Sari Mutiara Indonesia)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer










































































