Pekan Raya Jakarta (PRJ) atau Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026 akan diadakan kembali sebagai bagian dari perayaan ulang tahun kota Jakarta yang ke-499. Pameran dengan berbagai produk yang terbesar di Asia Tenggara ini akan diadakan selama 32 hari, mulai tanggal 11 Juni hingga 12 Juli 2026, di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat. Selain menjadi acara hiburan tahunan bagi warga Jakarta, PRJ 2026 juga menjadi salah satu tolak ukur penting mengenai perkembangan perdagangan dan kemajuan usaha-usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kota terbesar Indonesia.
Skala Penyelenggaraan yang Terus Membesar
Direktur Utama PT Jakarta International Expo dan Ketua Umum Panitia Jakarta Fair Kemayoran 2026, Siti Hartati Murdaya, mengatakan bahwa pada penyelenggaraan tahun ini terdapat sekitar 2.800 perusahaan yang mengikuti, dengan 1.800 stan yang menampilkan berbagai produk, mulai dari usaha mikro, kecil, dan menengah hingga perusahaan nasional serta internasional. Dari jumlah peserta tersebut, komposisinya tergolong seimbang, yakni sekitar 55 persen berasal dari sektor swasta dan 45 persen dari sektor UMKM, seperti yang diungkapkan oleh Databoks Katadata dan CNBC Indonesia.

Selain pameran dagang, PRJ 2026 juga dimeriahkan berbagai hiburan, termasuk konser musik yang menghadirkan sekitar 150 band selama masa penyelenggaraan.
Target Transaksi Meningkat dari Tahun ke Tahun
Dari sisi nilai ekonomi, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan Jakarta Fair 2026 mampu menarik lebih dari enam juta pengunjung dengan nilai transaksi menembus angka Rp 8 triliun, meningkat dari realisasi transaksi tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp 7,3 triliun. Bahkan, Pramono sempat menyampaikan harapan agar tahun berikutnya transaksi PRJ, khususnya untuk UMKM, dapat melampaui Rp 9 triliun mengingat momentum perayaan 500 tahun Kota Jakarta pada 2027. (Sumber: . Investor Trust, “Pramono Harap Transaksi di PRJ 2026 Lampaui Rp 8 Triliun”)

Dari segi nilai ekonomi, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berharap Jakarta Fair 2026 dapat menarik lebih dari enam juta orang pengunjung dengan total transaksi mencapai Rp 8 triliun, naik dari realisasi transaksi tahun 2025 yang hanya sebesar Rp 7,3 triliun. Pramono juga berharap agar di tahun berikutnya, transaksi PRJ, terutama untuk UMKM, bisa melebihi Rp 9 triliun, mengingat ada momen perayaan 500 tahun Kota Jakarta pada tahun 2027. (Sumber: Kompas.id, ”Menteri UMKM Optimistis Jakarta Fair 2026 Cetak Rekor Transaksi dan Perluas Pasar UMKM”)
Momentum Nyata bagi Pelaku UMKM
Untuk pelaku UMKM, PRJ bukan hanya kesempatan berjualan sementara, tetapi juga tempat untuk memperluas jaringan bisnis dan meningkatkan kemampuan usaha. Menteri Maman menekankan bahwa jumlah pengunjung yang banyak adalah kesempatan hebat bagi UMKM, karena selain meningkatkan nilai penjualan langsung, momen ini juga membuka peluang lebih besar untuk promosi, mengenalkan produk kepada calon pembeli baru, serta memperluas kerja sama dengan pihak lain. (Sumber: umkm.go.id (Kementerian UMKM RI), “Menteri UMKM Optimistis Jakarta Fair 2026 Cetak Rekor Transaksi dan Perluas Pasar UMKM”)
Dukungan terhadap UMKM juga terasa dari ikut serta beberapa BUMN. Sebagai contoh, PT Jasa Marga mendukung UMKM yang mereka bina, seperti Batik Masniri dan produk oleh-oleh khas Jakarta, untuk ikut serta dalam JFK 2026 sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial mereka serta untuk membuka akses pasar yang lebih luas.
Cerita nyata berasal dari para pelaku usaha, seperti Sumpono, pemilik Bakpia Mbok Sukar yang berlokasi di Sleman, yang telah membangun usahanya sejak tahun 1996. Ia menjelaskan bahwa cara untuk bertahan di tengah perubahan zaman, termasuk setelah menghadapi pandemi, adalah terus mencari peluang dan beradaptasi.Salah satu caranya adalah dengan menerapkan digitalisasi transaksi menggunakan dompet digital, sehingga proses belanja di PRJ menjadi lebih mudah dan nyaman bagi para pembeli. (Sumber: Kontan.co.id, “Cerita Dua UMKM PRJ 2026 Mampu Bertahan dengan Digitalisasi Finansial”)
Efek Berganda ke Berbagai Wilayah
Semangat PRJ dalam mendorong UMKM juga mulai terlihat di berbagai kegiatan serupa di tingkat kota administrasi. Di Jakarta Barat, ada acara Pekan Raya Grogol yang dihadiri oleh 45 pelaku UMKM selama tiga hari sebagai bagian dari perayaan ulang tahun ke-499 Jakarta.Acara ini bertujuan untuk membantu UMKM lokal tumbuh dan memperluas pasar mereka.
Ada juga Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026 yang diadakan pada 4–5 Juli 2026 di Istora Senayan, dengan nilai transaksi mencapai Rp 55 miliar.Angka tersebut termasuk transaksi business matching terkait pembiayaan dan ekspor produk UKM, serta komitmen pembiayaan dari perbankan kepada korporasi sebesar Rp 575 miliar melalui Program Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI).
(Sumber: Koran Jakarta, “Mantap! Transaksi Jakarta Kreatif Festival 2026 Tembus Rp55 Miliar”)
Catatan Penutup
Berbagai data tersebut menunjukkan bahwa PRJ 2026 tidak hanya menjadi tempat pamer produk dan tempat bersenang-senang, tetapi juga berfungsi sebagai alat kebijakan yang nyata dalam mendorong berjalan nya perdagangan dan memperkuat lingkungan usaha UMKM di Jakarta. Meski demikian, perlu dicatat bahwa angka Rp 8 triliun yang sering disebut media adalah target, bukan hasil akhir, karena penyelenggaraan PRJ 2026 baru selesai pada 12 Juli 2026. Transaksi terakhir dan jumlah pengunjung sebenarnya baru akan diumumkan setelah pameran berakhir, dan pihak penyelenggara serta Pemprov DKI Jakarta mempublikasikan laporan akhir.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































