Medan, 19 Mei 2026 — Di tengah hiruk-pikuk dunia futsal di Medan muncul bibit unggul yang wajib diperhitungkan: M. Pikri Ramadan Lubis. Remaja berbakat berusia 15 tahun asal Deli Tua, Medan, ini semakin menarik perhatian setelah prestasinya menonjol dalam kompetisi antarkota. Lahir pada 11 Juli 2011, Pikri adalah anak keempat dari empat bersaudara dan dibesarkan oleh almarhum Abdul Latif Lubis bersama ibu Nur Asnani.
Pikri dikenal sebagai pemain dengan kekuatan fisik dan kemampuan bertahan yang luar biasa. Teman dekatnya, Radja Chairullah Aramiko, kerap mendampinginya saat latihan dan pertandingan. Ia juga mendapat bimbingan dari pelatihnya, Ust. Mikrot Sayuti Harahap, yang membentuk disiplin dan tekniknya di posisi anchor.
Bermain sebagai anchor, Pikri menonjol berkat tackling yang efektif dan postur tubuh yang kuat — atribut yang menurutnya membuatnya layak menjadi anchor sejati. Penampilan gemilangnya dalam turnamen antarkota di Medan membuat namanya diperhitungkan di kompetisi usia muda dan turut mengangkat reputasi Pondok Pesantren Nur Zam Zam Medan sebagai tempat yang mendukung pengembangan bakat.
Perkembangan karier futsal Pikri terlihat konsisten sejak memasuki masa remaja. Pada musim kompetisi terakhir di Medan, penampilannya memberikan kontribusi besar bagi timnya dalam beberapa laga penting, sehingga pengamat futsal lokal sering menyebutnya sebagai calon pemain masa depan.
Pikri menjalani latihan rutin di lingkungan Deli Tua, Medan, dengan keseharian yang dipengaruhi pendidikan di pondok pesantren. Laga-laga yang mengangkat namanya berlangsung di berbagai arena futsal antarkota di Medan dan sekitarnya.
Ambisi kuat dan kerja keras menjadi alasan utama di balik kiprah Pikri. Ia menargetkan masuk skuad Garuda Muda, sebuah cita-cita yang memotivasinya berlatih lebih keras dan memperkuat kemampuan bertahan sebagai anchor. Menurutnya, menjadi anchor bukan hanya soal menghalau serangan lawan, tetapi juga memimpin lini pertahanan dengan ketenangan dan kekuatan fisik.
Perjalanan Pikri menuju level yang lebih tinggi dilalui melalui rutinitas latihan disiplin di bawah arahan pelatih, dukungan moral dari keluarga — terutama dari orang tuanya — dan dorongan dari teman dekat serta rekan setim. Teknik tackling-nya diasah lewat latihan khusus, simulasi pertandingan, dan pengalaman kompetitif di berbagai turnamen.
Pikri menyatakan, “Saya suka posisi anchor karena saya memiliki tackling yang mematikan dan postur tubuh yang kuat, sehingga layak menjadi anchor sejati dalam kompetisi futsal nasional.” Pernyataan itu mencerminkan keyakinan dirinya dan fokus pada tujuan jangka panjang.
Melihat potensi dan rekam jejaknya, para pelatih lokal berharap Pikri mendapat kesempatan mengikuti seleksi tim tingkat lebih tinggi dan program pembinaan usia muda nasional. Jika perkembangan ini terus konsisten, jalan menuju skuad Garuda Muda bisa terbuka lebar bagi talenta muda dari Deli Tua.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































