Jakarta, Siaran-berita.com – CEO PT Wijaya Karya Beton Tbk (WIKA Beton), Kuntjara, meraih penghargaan TOP Leader on CSR Commitment 2026 dalam ajang TOP CSR Awards 2026 di Jakarta pada Senin (25/5). Pencapaian individu tersebut melengkapi keberhasilan manufaktur beton pracetak ini dalam memborong penghargaan Golden Trophy serta TOP CSR Awards 2026 #Corporate Level – Star 5 atas integrasi program tanggung jawab sosial dengan strategi bisnis korporasi.

Apresiasi berskala nasional dari Top Business ini diberikan berdasarkan penilaian objektif terhadap konsistensi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Grup yang berdampak konkret. WIKA Beton menerapkan pendekatan berbasis keberlanjutan melalui komersialisasi serta implementasi produk inovasi ramah lingkungan. Salah satu proyek yang telah direalisasikan adalah pengaplikasian beton porous di SMPN 4 Gunung Putri, Bogor, yang berfungsi mengalirkan air secara langsung ke dalam tanah sekaligus memitigasi risiko genangan di area sekolah.

Selain infrastruktur darat, manufaktur ini juga mengembangkan teknologi Concrete Reef Unit (CRU) yang difungsikan sebagai pemecah gelombang guna mereduksi abrasi pantai. Struktur CRU dirancang untuk memicu restorasi terumbu karang serta menyediakan habitat alami bagi biota laut, sehingga mendukung perbaikan ekosistem pesisir. Seluruh langkah inovasi tersebut didasarkan pada kerangka kerja pilar triple bottom line, yakni profit, people, dan planet, untuk memastikan pertumbuhan bisnis selaras dengan kelestarian sumber daya manusia dan lingkungan jangka panjang.
CEO WIKA Beton, Kuntjara, menegaskan bahwa kepedulian terhadap aspek lingkungan dan sosial merupakan faktor fundamental bagi resiliensi bisnis di tengah dinamika pasar. WIKA Beton sebagai bagian dari ekosistem Danantara dan BUMN berkomitmen menjadikan program CSR bukan sekadar pemenuhan regulasi atau donasi jangka pendek, melainkan instrumen strategis untuk mendorong pertumbuhan korporasi secara inklusif. Penghargaan ini menjadi katalisator bagi manajemen untuk terus melahirkan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan (stakeholders).
Ke depan, manajemen memproyeksikan peningkatan kontribusi secara terukur guna mendukung pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia. Melalui hilirisasi produk beton hijau dan penguatan tata kelola berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG), ekosistem usaha ini optimis dapat mempercepat akselerasi pembangunan infrastruktur nasional yang rendah karbon.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer



































































