Munculnya marketplace digital memberikan pengaruh besar terhadap pasar konvensional. Perkembangan teknologi dan internet membuat masyarakat lebih memilih berbelanja secara online karena dianggap lebih praktis, cepat, dan efisien. Marketplace menyediakan berbagai produk dengan pilihan harga yang lebih beragam sehingga mampu menarik minat konsumen dibandingkan pasar konvensional yang memiliki keterbatasan tempat dan waktu.
JAKARTA,1 JUNI 2026
Menurut Kementerian Perdagangan, hingga Juli 2025 terdapat 6.115 pasar rakyat dan sekitar 317.429 pedagang pasar rakyat yang telah terdigitalisasi. Hal ini menunjukkan bahwa pasar konvensional masih sangat besar, namun mulai beradaptasi dengan perkembangan digital. Munculnya marketplace terjadi karena perubahan perilaku konsumen yang lebih menyukai transaksi cepat, praktis, dan fleksibel. Marketplace menawarkan kemudahan pembayaran digital, promosi, dan pengiriman barang yang membuat masyarakat mulai beralih dari pasar konvensional.

Oleh karena itu, Wamendag menegaskan bahwa digitalisasi untuk pengusaha mikro kecil dan menengah (UMKM) tidak hanya mengenai onboarding ke platform perdagangan daring atau e-commerce, tetapi juga mengenai pemanfaatan platform digital untuk mendukung aktivitas perdagangan. Lebih lanjut, ia juga menyinggung pentingnya peran UMKM dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. UMKM, kata dia, berkontribusi sebesar 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap 97 persen tenaga kerja nasional.
PERKEMBANGAN TEKNOLOGI DIGITAL TERHADAP PASAR KONVENSIONAL
Pemanfaatan teknologi digital dalam ekosistem pasar tradisional merupakan tuntutan zaman agar pasar tradisional dapat bersaing, dengan memberikan kemudahan dan kenyamanan baik bagi pedagang maupun pembeli, serta membantu pedagang menjangkau konsumen baru yang lebih luas,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat meninjau Implementasi Program Digitalisasi Ekosistem Pasar Tradisional Bersama Grab Indonesia dan BNI di Pasar Tomang Barat, Jakarta, Kamis (24/03) Digitalisasi, melalui pemanfaatan e-commerce oleh para pedagang pasar merupakan inovasi yang terbukti sangat membantu dan memudahkan transaksi jual beli para pedagang selama pandemi.
Kebutuhan dan urgensi pemanfaatan teknologi digital dalam ekosistem pasar tradisional juga diperlukan dalam transaksi jual beli lainnya seperti pemanfaatan e-wallet dan e-payment, serta manajemen pengelolaan pasar seperti pengelolaan sewa, retribusi parkir, dan sebagainya. UMKM adalah pahlawan-pahlawan Indonesia dan tulang punggung perekonomian Indonesia. Oleh karena itu, saya ucapkan terima kasih kepada Grab yang turut berperan sebagai fasilitator dan agregator bagi para pedagang Pasar Tomang Barat, dan juga BNI yang sudah menyalurkan KUR untuk mendukung kebutuhan ekspansi usaha pedagang, baik berupa kredit modal kerja ataupun investasi,” ucap Menko Airlangga.

PERUBAHAN PERILAKU KONSUMEN TERHADAP PASAR DIGITAL
Perubahan perilaku konsumen terhadap pasar digital terjadi karena perkembangan teknologi internet, kemudahan akses smartphone, serta meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap transaksi yang cepat dan praktis. Konsumen saat ini lebih memilih berbelanja melalui marketplace atau e-commerce karena dapat dilakukan kapan saja tanpa harus datang langsung ke toko. Selain itu, adanya fitur promo, diskon, gratis ongkir, dan metode pembayaran digital membuat masyarakat semakin tertarik menggunakan platform digital dibandingkan pasar konvensional.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), digitalisasi telah mengubah pola supply dan demand dalam kegiatan ekonomi, mulai dari pemasaran, pembelian, distribusi produk, hingga sistem pembayaran. Hal ini menunjukkan bahwa perilaku konsumen mulai beralih dari transaksi offline menuju transaksi online yang lebih efisien. Selain itu, laporan BPS tahun 2024 menunjukkan bahwa jumlah usaha e-commerce meningkat sebesar 15,30% dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini terjadi karena masyarakat semakin terbiasa melakukan aktivitas belanja secara digital. Marketplace kini menjadi bagian penting dalam ekosistem ekonomi digital Indonesia.
PENURUNAN MINAT TERHADAP PASAR KONVENSIONAL
Penurunan minat masyarakat terhadap pasar konvensional terjadi akibat perubahan gaya hidup dan perkembangan teknologi digital yang semakin pesat. Saat ini, konsumen cenderung memilih berbelanja melalui marketplace atau e-commerce karena dianggap lebih praktis, cepat, dan efisien dibandingkan harus datang langsung ke pasar tradisional atau toko konvensional. Marketplace menyediakan kemudahan seperti pencarian produk secara instan, perbandingan harga, promo diskon, gratis ongkir, hingga pembayaran digital yang membuat konsumen merasa lebih nyaman dalam bertransaksi. Akibatnya, pasar konvensional mulai kehilangan sebagian konsumennya, terutama dari kalangan generasi muda yang lebih akrab dengan teknologi digital.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), transaksi e-retail dan marketplace pada triwulan III tahun 2025 tumbuh sebesar 6,19% secara kuartalan. Peningkatan ini menunjukkan bahwa aktivitas belanja online terus mengalami perkembangan di Indonesia. Beberapa kategori produk yang paling banyak dibeli secara online antara lain pakaian, perlengkapan rumah tangga, produk perawatan pribadi, hingga kebutuhan rekreasi. Pertumbuhan transaksi digital ini secara tidak langsung memengaruhi penurunan jumlah pembeli di pasar konvensional karena masyarakat mulai beralih ke sistem belanja online.
Selain itu, survei BPS mengenai e-commerce menunjukkan bahwa pola perdagangan di Indonesia mulai mengalami transformasi digital. Walaupun masih terdapat 65,9% pelaku usaha yang berjualan secara konvensional, perkembangan marketplace terus meningkat setiap tahun dan perlahan mengubah pola konsumsi masyarakat. Konsumen kini lebih terbiasa membandingkan harga melalui aplikasi marketplace sebelum membeli barang. Bahkan banyak masyarakat yang datang ke toko fisik hanya untuk melihat produk, tetapi melakukan pembelian melalui marketplace karena harga online dianggap lebih murah.
PENUTUP
Perkembangan marketplace digital memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap keberlangsungan pasar konvensional di Indonesia. Kemajuan teknologi, penggunaan internet yang semakin luas, serta perubahan perilaku konsumen membuat masyarakat lebih memilih berbelanja secara online karena dianggap lebih praktis, cepat, dan efisien. Marketplace menawarkan berbagai kemudahan seperti promo diskon, gratis ongkir, pembayaran digital, serta akses produk yang lebih luas dibandingkan pasar konvensional. Akibatnya, pasar tradisional dan toko konvensional menghadapi risiko berupa penurunan jumlah konsumen, menurunnya omzet penjualan, hingga meningkatnya persaingan harga.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), transaksi e-retail dan marketplace di Indonesia pada triwulan III tahun 2025 mengalami pertumbuhan sebesar 6,19% secara kuartalan. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa aktivitas perdagangan digital terus meningkat dan menjadi salah satu faktor utama perubahan pola konsumsi masyarakat.
Selain itu, data sebelumnya menunjukkan bahwa jumlah pasar tradisional di Indonesia pernah mengalami penurunan dari sekitar 13.450 pasar pada tahun 2007 menjadi 9.950 pasar pada tahun 2011. Penurunan tersebut menggambarkan semakin kuatnya tekanan terhadap pasar konvensional akibat perkembangan sistem perdagangan modern dan digital. Di sisi lain, omzet pedagang pasar tradisional juga dilaporkan pernah turun hingga 40%, disertai penurunan jumlah pedagang sekitar 29% akibat perubahan perilaku belanja masyarakat ke arah online.
DAFTAR SUMBER
1. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia (2022)
https://www.ekon.go.id/publikasi/detail/3951/menko-airlangga
2. Kementerian Perdagangan Republik Indonesia
https://www.bkperdag.kemendag.go.id
3. Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti (2025)
https://www.ANTARA News-Digitalisasi Pasar Rakyat
4. Badan Pusat Statistik (BPS) / E-Commerce di Indonesia
https://www.jenepontokab.bps.go.id
5. Ekonomi Statistik Perdagangan
https://www.ekonomi.bisnis.com
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer



































































