Banda Naira, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Bandanaira terus berkomitmen meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui pelatihan budidaya tanaman hidroponik yang bekerja sama dengan Penyuluh Pertanian Kecamatan Banda, Kamis (4/6).
Program ini bertujuan untuk membekali Warga Binaan dengan keterampilan praktis di bidang pertanian modern. Melalui metode hidroponik, Warga Binaan diajarkan cara bercocok tanam secara efisien dengan memanfaatkan lahan terbatas yang tersedia di lingkungan Lapas.
Pelatihan ini mencakup teori dan praktik langsung mengenai sistem hidroponik, mulai dari penyiapan alat dan bahan, pembuatan media tanam, penyemaian, mencampur nutrisi, hingga pengendalian hama serta proses panen dan pasca panen.
Kepala Lapas Bandanaira, Abdul Samad Rumuar, mengatakan bahwa pelatihan hidroponik merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan guna meningkatkan kemampuan dan produktivitas Warga Binaan.
”Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan keterampilan yang aplikatif dan bernilai ekonomi kepada Warga Binaan. Hidroponik menjadi salah satu pilihan karena dapat dikembangkan dengan lahan terbatas namun memiliki hasil yang menjanjikan. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat menjadi modal bagi Warga Binaan untuk membangun kehidupan yang lebih baik setelah selesai menjalani masa pidana,” ujarnya.
Menurutnya, pembinaan di dalam Lapas tidak hanya berfokus pada aspek pembentukan karakter, tetapi juga harus mampu membekali Warga Binaan dengan keterampilan yang dapat mendukung kemandirian ekonomi di masa depan.
Sementara itu, Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Banda, Alwi Arif, mengapresiasi langkah Lapas Bandanaira yang memberikan ruang bagi Warga Binaan untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan di bidang pertanian modern.
”Kami menyambut baik kolaborasi ini sebagai bentuk sinergi dalam mendukung program pemberdayaan masyarakat, termasuk Warga Binaan. Hidroponik merupakan metode budidaya yang relatif mudah diterapkan, efisien, dan memiliki peluang usaha yang cukup baik. Kami berharap Warga Binaan dapat memahami teknik yang diberikan dan mengembangkannya sebagai keterampilan produktif,” katanya.
Terpisah, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, memberikan apresiasi atas langkah Lapas Bandanaira dalam memperkuat pembinaan kemandirian. ”Pelatihan ini mendukung program ketahanan pangan sekaligus menyiapkan Warga Binaan agar mampu berdaya secara ekonomi dan tidak kembali melakukan pelanggaran hukum,” tegasnya.
Melalui kerja sama yang terjalin dengan Penyuluh Pertanian Kecamatan Banda, Lapas Bandanaira berharap program pembinaan kemandirian dapat terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi Warga Binaan dalam mempersiapkan diri kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang produktif, mandiri, dan berdaya saing. (Humas/LT)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer

































































