SUKOHARJO – Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) terus menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar langsung di dunia industri. Melalui program tersebut, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pemahaman teoritis di bangku perkuliahan, tetapi juga berkesempatan mengembangkan kompetensi profesional sesuai bidang yang ditekuni.
Salah satu peserta program MBKM, Nabila Ashyeela Setiawan, mahasiswa Program Studi Desain Mode Universitas Sebelas Maret (UNS), menjalani program magang di Batik Maulana DN, sebuah home industry batik yang berlokasi di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Kegiatan magang ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung proses produksi dan pengembangan produk batik dari berbagai aspek.
Batik Maulana DN dikenal sebagai salah satu pelaku usaha batik yang menghadirkan beragam produk unggulan, mulai dari batik tulis, batik cap, hingga batik printing. Selain itu, perusahaan juga mengembangkan proses pewarnaan menggunakan bahan sintetis maupun pewarna alam yang lebih ramah lingkungan.

Keunggulan lain yang dimiliki Batik Maulana DN terletak pada penggunaan pewarna alam yang dipadukan dengan proses fiksasi berbahan alami. Pendekatan tersebut menjadi salah satu bentuk inovasi dalam mendukung praktik produksi yang lebih berkelanjutan sekaligus menjaga kualitas warna pada kain batik yang dihasilkan.
Selama menjalani program magang, Nabila memperoleh kesempatan untuk terlibat langsung dalam berbagai tahapan produksi. Pengalaman tersebut memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai proses kerja di industri batik, mulai dari tahap persiapan hingga produk siap dipasarkan.
Salah satu kegiatan yang dijalani adalah quality control atau pengendalian mutu kain batik. Pada tahap ini, Nabila mempelajari standar kualitas yang diterapkan perusahaan untuk memastikan setiap produk memenuhi kriteria yang telah ditetapkan sebelum dipasarkan kepada konsumen.
Selain itu, ia juga terlibat dalam proses pewarnaan kain menggunakan teknik colet dan celup. Melalui kegiatan tersebut, Nabila memperoleh pemahaman mengenai karakteristik warna, teknik aplikasi warna pada kain, serta faktor-faktor yang memengaruhi hasil akhir produk batik.
Tidak hanya mempelajari proses pewarnaan, mahasiswa Desain Mode UNS tersebut juga berkesempatan memahami cara pembuatan pewarna alam yang digunakan dalam proses produksi. Pengalaman ini memberikan wawasan baru mengenai pemanfaatan bahan-bahan alami sebagai alternatif pewarna yang lebih ramah terhadap lingkungan.

Selama magang berlangsung, Nabila juga mempelajari berbagai proses penting dalam pembuatan batik tradisional, salah satunya adalah teknik mencanting. Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga karena mencanting merupakan keterampilan dasar yang memegang peranan penting dalam menghasilkan motif batik tulis yang berkualitas.
Interaksi langsung dengan para perajin dan tenaga kerja di Batik Maulana DN memberikan kesempatan bagi Nabila untuk memahami nilai-nilai ketelitian, kesabaran, dan kreativitas yang menjadi bagian penting dalam industri batik. Pengalaman tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana warisan budaya Indonesia terus dijaga melalui proses produksi yang dilakukan secara berkelanjutan.
Program magang yang berlangsung selama 18 minggu tersebut tidak hanya memberikan pengalaman kerja, tetapi juga ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan desain secara mandiri. Selama kegiatan berlangsung, Nabila memperoleh kesempatan untuk belajar, bereksperimen, serta menciptakan karya yang disesuaikan dengan arahan dan persetujuan dari pihak tempat magang.
Melalui program MBKM ini, Nabila berhasil memperoleh pengalaman praktis yang memperkaya kompetensi akademik sekaligus meningkatkan kesiapan memasuki dunia kerja. Pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri mampu memberikan manfaat nyata dalam mendukung pengembangan keterampilan mahasiswa sesuai kebutuhan dunia profesional.
Keikutsertaan mahasiswa dalam program magang industri seperti yang dilakukan di Batik Maulana DN diharapkan dapat terus mendorong lahirnya generasi desainer muda yang tidak hanya memiliki kemampuan kreatif, tetapi juga memahami proses produksi, inovasi material, serta nilai keberlanjutan yang semakin dibutuhkan dalam industri fesyen dan tekstil modern.
Oleh: Nabila Ashyeela Setiawan, Mahasiswa Program Studi Desain Mode, Universitas Sebelas Maret (UNS)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































