Medan, di sebuah cafe di medan, masih rame oleh tawa pengunjung, namun Zani bergeming di sudut ruangan. Pandangannya lekat menatap layar laptop yang menampilkan deadline masa penyuntingan video proyek video profil dari organisasinnya. Di samping laptopnya,ada selembar Kartu Hasil Studi (KHS) semester lalu dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) yang “ngepas” hanya 3,0
Di dalam kelas, beberapa dosen kerap menyindirnya sebagai mahasiswa yang “kurang fokus” karena sering absen dan juga terlambat di kelas pagi hari akibat terlalu fokus dengan organisasinnya. “saya insecure dengan teman teman saya. Ada ketakutan luar biasa saat melihat teman-teman sekelas bangga memamerkan IPK 3,8 bahkan sampai 4.0 di media sosial mereka,” ucap Zani.” Tapi saya bimbang dan juga ragu, Apakah saya mau mengejar angka di atas kertas yang akan diarsip di laci kampus, atau mengasah keterampilan skill saya?”
Observasi di kamar kos Zani memperlihatkan bagaimana ia menata masa depannya. Di dinding kamar, tidak ada pajangan target IPK Cumlaude. Yang ada justru papan tulis putih penuh coretan target deadline di organisasinya. Apa yang dipilih Zani sejalan dengan pergeseran kebutuhan dunia kerja modern sekarang.
Di era digital, banyak korporasi dan industri kreatif yang mulai menggeser parameter perekrutan karyawan. Portofolio kerja, rekam jejak proyek, kemampuan komunikasi, serta ketahanan mental menghadapi tekanan (soft skills) kini sering kali berada di peringkat atas mengungguli nilai akademis murni. IPK tinggi memang membuka pintu wawancara, namun pengalaman dan pemecahan masalah di lapangan yang memenangkan persaingan.
Banyaknya mahasiswa yang lebih mementingkan pengalaman daripada mendengarkan dosen yang tidak sampai 1 jam memberi materi,mahasiswa yang rela terlambat hanya karena alasan kemarin capek setelah dari organisasinya. Di mata akademisi, mereka mungkin dicap indisipliner. Namun di balik kelopak mata yang menghitam karena kurang tidur, ada pertaruhan prioritas. Bagi mereka, ruang kelas adalah tempat menjemput teori, sementara organisasi adalah medan perang sesungguhnya untuk mengasah mental, kepemimpinan, dan jaringan yang tidak akan pernah mereka dapatkan dari balik meja kuliah ber-AC.”
Kita sebagai mahasiswa juga harus bijak dalam menata prioritas, sebab pengalaman di luar kelas tidak boleh dijadikan tameng untuk melegitimasi kemalasan akademik. Mengajar visi di organisasi memang penting, namun menghargai integritas di dalam ruang kuliah adalah cerminan tanggung jawab. Jangan sampai kita terlalu terlena dengan riuh rendahnya dunia pergerakan sehingga lupa bahwa esensi utama menjadi mahasiswa adalah menuntaskan apa yang telah dimulai di bangku perkuliahan. Pada akhirnya, keseimbangan antara ketajaman intelektual di kelas dan kematangan mental di lapangan itulah yang akan membentuk kita menjadi sarjana yang utuh.”
Dan endingnya ijazah bukan sekadar kertas yang akan berdebu di laci. Ia adalah bukti bahwa kita mampu menyelesaikan apa yang pernah kita janjikan pada diri kita sendiri di hari pertama kita menginjakkan kaki di kampus. Dan dunia, dengan segala kerumitannya, tidak membutuhkan kita yang sempurna ia hanya membutuhkan kita yang selesai, yang utuh, yang tidak meninggalkan setengah dari dirinya di tengah jalan.
Pada akhirnya, keseimbangan antara ketajaman intelektual di kelas dan kematangan mental di lapangan itulah yang akan membentuk kita menjadi sarjana yang utuh bukan hanya cerdas di atas kertas, tetapi juga tangguh di tengah kenyataan.
Ade Uswatun Chasana Rambe – Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer

































![Blok M Jadi Surga Nongkrong Gen Z di Jakarta Selatan 33 Kepadatan pengunjung kawasan Blok M
[Sumber Foto : Dokumentasi Pribadi]](https://siaran-berita.com/wp-content/uploads/2026/06/1000862511-360x180.jpg)




































