PALEMBANG – Pernah merasakan nyeri di bagian paling belakang rahang? Jangan langsung menganggapnya sebagai sakit gigi biasa. Bisa jadi penyebabnya adalah gigi impaksi, yaitu kondisi ketika gigi gagal tumbuh sempurna karena terhalang tulang, gusi, atau gigi lain. Gigi yang paling sering mengalami impaksi adalah gigi molar ketiga atau yang lebih dikenal sebagai gigi bungsu. Namun, gigi taring dan premolar juga dapat mengalami impaksi.
Impaksi umumnya disebabkan oleh ruang rahang yang tidak cukup sehingga gigi tidak memiliki tempat untuk tumbuh. Banyak orang tidak menyadarinya hingga muncul keluhan atau diketahui melalui pemeriksaan foto rontgen.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Gejala yang sering muncul meliputi nyeri di belakang rahang, gusi bengkak dan kemerahan, sulit membuka mulut dan menelan, bau mulut, hingga nyeri yang menjalar ke telinga atau kepala. Salah satu komplikasi yang paling sering terjadi adalah perikoronitis, yaitu infeksi pada jaringan gusi yang menutupi sebagian gigi. Bila dibiarkan dapat menyebabkan nyeri hebat dan pembengkakan.

Bahaya Jika Dibiarkan
Banyak orang menganggap gigi impaksi tidak berbahaya selama tidak terasa sakit. Padahal, impaksi yang dibiarkan dapat menimbulkan berbagai masalah, seperti:
1. Gigi Berlubang
Sisa makanan sering tersangkut di sekitar gigi impaksi sehingga sulit dibersihkan. Kondisi ini meningkatkan risiko terbentuknya karies atau gigi berlubang, baik pada gigi impaksi maupun gigi di sebelahnya.
2. Kerusakan Tulang dan Gusi
Gigi impaksi dapat menyebabkan terbentuknya kantong gusi (periodontal pocket) dan berkurangnya dukungan tulang pada gigi tetangga, sehingga gigi menjadi lebih rentan goyang.
3. Menghambat Pertumbuhan Gigi Lain
Pada anak dan remaja, gigi impaksi dapat menghalangi erupsi normal gigi permanen sehingga menimbulkan gangguan fungsi kunyah maupun estetika.
4. Menyebabkan Kista
Di sekitar mahkota gigi impaksi dapat terbentuk kista yang lambat laun membesar dan merusak tulang rahang. Dalam beberapa kasus, kista dapat mendorong gigi ke posisi yang tidak normal.
5. Merusak Akar Gigi Tetangga
Tekanan dari gigi impaksi dapat menyebabkan resorpsi atau pengikisan akar gigi di sebelahnya, yang pada akhirnya dapat mengakibatkan kehilangan gigi tersebut.
Bagaimana Cara Mengetahuinya?
Dokter gigi akan melakukan pemeriksaan klinis dan radiografi (foto panoramik) untuk melihat posisi, bentuk, kedalaman, dan hubungan gigi impaksi dengan struktur penting di sekitarnya. Dokter dapat menentukan apakah gigi cukup dipantau atau perlu dicabut. Pada usia muda, tindakan pencabutan umumnya lebih mudah dilakukan dan proses penyembuhan lebih baik.

Jangan Menunggu Sampai Sakit
Banyak kasus impaksi baru diketahui saat pemeriksaan rutin. Oleh sebab itu, lakukan pemeriksaan gigi setiap enam bulan sekali agar masalah dapat ditemukan sejak dini dan komplikasi dapat dicegah. Tidak semua gigi impaksi harus dicabut, tetapi mengetahui keberadaannya lebih awal merupakan langkah terbaik untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut.
Oleh: drg. Maharani, drg. Trisnawaty K, M.Biomed, drg. Bambang Nuryadi, M.Biomed, drg. Ickman Setoaji Wibowo, MM., Sp.BM.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































