SRAGEN, 5 Agustus 2026 — Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta melalui mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Kelompok Desa Gentanbanaran menyelenggarakan program edukasi pengelolaan sampah berbasis seni terpadu di SD Negeri 2 Gentanbanaran, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen, Selasa (21/7/2026).
Program berjudul “Edukasi Pemisahan Sampah melalui Kegiatan Melukis Tempat Sampah Organik dan Anorganik Bersama Siswa Kelas 3 SD di Desa Gentanbanaran” diprakarsai oleh Annisa Nur Hidayati (NIM 23540021), mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UNISRI, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan Dra. Maya Sekar Wangi, M.Si. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menanamkan kesadaran lingkungan dan kebiasaan hidup bersih serta sehat (PHBS) kepada anak usia dini.
Menurut Annisa, pemilahan sampah seringkali menjadi konsep abstrak jika hanya disampaikan secara teori di kelas. “Mengingat siswa kelas 3 SD berada pada tahap perkembangan kognitif operasional konkret (usia 8–9 tahun), diperlukan media visual dan aktivitas nyata (learning by doing),” ujarnya. Annisa menambahkan bahwa integrasi Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) dengan mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) memungkinkan siswa belajar secara konseptual sekaligus mempraktikkan pemilahan sampah melalui kegiatan seni melukis tong sampah secara bergotong royong.
Rangkaian kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dengan penyampaian materi interaktif mengenai perbedaan sampah organik, seperti sisa makanan dan daun yang mudah terurai, serta sampah anorganik seperti botol bekas dan bungkus plastik yang sulit terurai. Setelah demonstrasi singkat, para siswa diajak mengekspresikan kreativitas dengan menggambar dan mewarnai dua unit tempat sampah. Pada kegiatan tersebut, tempat sampah organik diberi simbol warna hijau, sedangkan tempat sampah anorganik diberi warna kuning atau biru.
Kegiatan menghasilkan dua unit tempat sampah terpilah berdesain rapi, menarik, dan edukatif yang merupakan karya siswa kelas 3. Di akhir sesi diadakan evaluasi melalui kuis singkat berhadiah, kemudian secara simbolis fasilitas tempat sampah terpilah diserahkan kepada pihak sekolah untuk digunakan sehari-hari.
Panitia berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa kepemilikan (sense of ownership) dan membiasakan siswa membuang sampah pada tempatnya secara konsisten, sehingga mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang bersih dan sehat serta pembangunan desa yang berkelanjutan di Kabupaten Sragen.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer









































































