Desa Asempapak sebagai salah satu wilayah sasaran kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya memiliki kebutuhan sistem keamanan lingkungan yang memadai namun terkendala keterbatasan akses listrik yang stabil di beberapa titik strategis. Program kerja ini bertujuan untuk merancang dan memasang sistem CCTV pengawas yang ditenagai secara mandiri melalui energi surya, sehingga tidak bergantung pada jaringan listrik PLN. Sistem yang dibangun terdiri atas panel surya rakitan berkapasitas 50 Wp yang berfungsi mengisi daya baterai (aki) 12V 12Ah melalui Solar Charge Controller (SCC) 20A, dengan pengaman arus berupa MCB 2A, serta inverter 500W untuk mengubah tegangan DC 12V menjadi AC 220V guna menyalakan kamera CCTV IP PTZ (Pan-Tilt-Zoom) yang dilengkapi fitur night vision dan pemantauan real-time melalui aplikasi V380 Pro. Hasil penerapan menunjukkan bahwa sistem mampu beroperasi secara mandiri sepanjang hari tanpa bergantung pada sumber listrik konvensional, sekaligus meningkatkan rasa aman warga terhadap potensi gangguan keamanan di lingkungan desa. Program ini diharapkan dapat menjadi model penerapan energi terbarukan yang aplikatif dan berkelanjutan bagi masyarakat pedesaan.
Kata kunci: panel surya, CCTV, energi terbarukan, keamanan lingkungan, KKN
Pendahuluan
Keamanan lingkungan merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat yang perlu mendapat perhatian, termasuk di wilayah pedesaan seperti Desa Asempapak. Salah satu upaya untuk meningkatkan keamanan tersebut adalah dengan memasang kamera pengawas (CCTV) di titik-titik strategis desa. Namun, pemasangan CCTV konvensional kerap terkendala oleh keterbatasan jaringan listrik yang stabil, terutama di area yang jauh dari sumber listrik PLN atau pada lokasi yang membutuhkan instalasi kabel yang rumit dan berbiaya tinggi.
Berangkat dari permasalahan tersebut, mahasiswa KKN R17 Asempapak menginisiasi program kerja berupa perancangan sistem CCTV yang ditenagai oleh energi surya (solar cell). Energi matahari dipilih karena ketersediaannya yang melimpah, ramah lingkungan, dan tidak memerlukan biaya operasional listrik bulanan. Melalui program ini, diharapkan warga Desa Asempapak dapat memiliki sistem keamanan yang mandiri secara energi, mudah dipindahkan ke lokasi lain, serta menjadi sarana edukasi mengenai pemanfaatan energi terbarukan di tingkat masyarakat.
Metode Pelaksanaan
Kegiatan ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu survei lokasi, perancangan sistem, perakitan komponen, pengujian, dan pemasangan di lokasi sasaran. Survei lokasi dilakukan untuk menentukan titik pemasangan CCTV yang paling strategis serta memperoleh estimasi intensitas cahaya matahari yang diterima panel surya. Perancangan sistem meliputi penentuan kapasitas komponen kelistrikan agar sesuai dengan kebutuhan daya kamera CCTV.
Sistem kelistrikan yang dirakit terdiri atas beberapa komponen utama sebagai berikut:
● Panel surya 50 Wp sebagai sumber energi utama;
● Solar Charge Controller (SCC) 20A untuk mengatur arus pengisian daya ke baterai;
● Baterai/aki 12V 12Ah sebagai media penyimpan energi cadangan;
● MCB 2A sebagai pengaman terhadap arus lebih;
● Power inverter 500W untuk mengonversi tegangan DC 12V menjadi AC 220V yang dibutuhkan kamera CCTV.
Kamera yang digunakan merupakan CCTV IP Camera berjenis PTZ (Pan-Tilt-Zoom) yang dapat berputar untuk menjangkau area pengawasan lebih luas, dilengkapi LED putih dan inframerah (IR) untuk mendukung pemantauan pada malam hari, serta dapat dipantau secara real-time melalui aplikasi V380 Pro pada smartphone. Setelah seluruh komponen dirakit dan diuji fungsinya, sistem kemudian dipasang dan diuji coba langsung di lingkungan Desa Asempapak.
Hasil dan Pembahasan
Hasil perakitan menunjukkan bahwa panel surya 50 Wp yang dirakit secara mandiri mampu mengisi daya baterai 12V 12Ah dengan baik melalui SCC 20A pada kondisi cuaca cerah. Baterai yang telah terisi penuh mampu menyuplai daya ke inverter 500W untuk menghidupkan kamera CCTV secara stabil, termasuk pada malam hari saat panel surya tidak lagi menghasilkan energi, karena daya yang tersimpan dalam baterai mencukupi kebutuhan operasional kamera selama periode tersebut.
Gambar 1. Dokumentasi kegiatan program kerja CCTV berbasis solar cell
Fitur Pan-Tilt-Zoom pada kamera memungkinkan pengawasan area yang lebih luas dibandingkan kamera statis, sementara fitur night vision berbasis LED dan inframerah memastikan kualitas gambar tetap jelas meskipun pada kondisi minim cahaya. Pemantauan melalui aplikasi V380 Pro juga memudahkan warga maupun perangkat desa untuk mengakses tampilan kamera secara real-time dari smartphone kapan pun diperlukan, tanpa harus berada di lokasi pemasangan kamera.
Secara keseluruhan, sistem CCTV berbasis solar cell ini terbukti menjadi solusi praktis bagi wilayah yang memiliki keterbatasan akses listrik, sekaligus memberikan nilai tambah berupa efisiensi biaya operasional karena tidak memerlukan sambungan listrik PLN maupun biaya token/tagihan bulanan. Program ini juga membuka wawasan warga Desa Asempapak mengenai potensi pemanfaatan energi surya untuk kebutuhan lain di masa mendatang.
Kesimpulan
Program kerja penerapan CCTV berbasis solar cell di Desa Asempapak berhasil menghadirkan solusi keamanan lingkungan yang mandiri secara energi. Melalui kombinasi panel surya 50 Wp, SCC 20A, baterai 12V 12Ah, MCB 2A, dan inverter 500W, sistem mampu menyuplai daya secara stabil untuk mengoperasikan kamera CCTV IP PTZ dengan fitur night vision dan pemantauan real-time. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi percontohan penerapan energi terbarukan yang aplikatif, hemat biaya, dan berkelanjutan bagi masyarakat pedesaan, khususnya dalam mendukung upaya menjaga keamanan lingkungan secara mandiri.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer










































































