Kabar membanggakan datang dari program studi Sains Data Institut Teknologi Sumatera (ITERA). Di tengah ketatnya persaingan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, tim Exvoltas dari ITERA sukses dinyatakan lolos pendanaan untuk skema PKM Video Gagasan Konstruktif (PKM-VGK).
Tim yang dipimpin oleh Arya Muda Siregar bersama empat anggotanya, Khoirul Muttoharoh, Dharu Cahyoaji Sasongko, Refa Destiny Pranata, dan Keren Marito Lumban Gaol, mengusulkan sebuah transformasi kebijakan ekonomi preventif melalui teknologi analitik mutakhir bernama “EXVOLTAS: Platform Early Warning Berbasis AI terhadap Lonjakan Harga Impor Asimetris.” Di bawah bimbingan dosen pendamping Rohmi Dyah Astuti, S.Si., M.Cs., gagasan futuristik ini dirancang untuk menjawab tantangan besar menuju Visi Indonesia Emas 2045.
Menjawab Fenomena ‘Rockets and Feathers’ dengan AI
Latar belakang lahirnya gagasan ini berakar pada masalah struktural ekonomi nasional, di mana sekitar 70% bahan baku industri dalam negeri masih bergantung pada impor. Kondisi ini diperparah oleh fenomena Exchange Rate Pass-Through (ERPT) yang bersifat nonlinier dan asimetris yang dikenal sebagai efek Rockets and Feathers di mana harga barang meroket sangat cepat saat rupiah melemah, namun lambat turun ketika kurs membaik.
Berdasarkan observasi awal tim, hampir 30% sektor strategis komoditas impor Indonesia rentan terhadap lonjakan harga mendadak ini. Mengingat kebijakan ekonomi saat ini masih cenderung reaktif akibat keterbatasan sistem deteksi dini, Tim Exvoltas hadir membawa solusi analitik yang data-driven.
Platform EXVOLTAS mengintegrasikan tiga pendekatan saintifik sekaligus:
Critical Slowing Down (CSD): Untuk mendeteksi peningkatan varians dan autokorelasi sebagai indikator awal (precursor) krisis.
Nonlinear Autoregressive Distributed Lag (NARDL): Menangkap pola asimetri harga antar-sektor secara akurat.
Regime-Switching Algorithm: Memprediksi probabilitas terjadinya krisis harga di masa depan.
Menjembatani Kompleksitas Data ke Realitas Bisnis
Keunggulan utama dari platform EXVOLTAS adalah kemampuannya menyederhanakan pemodelan data science yang rumit menjadi indikator risiko praktis. Melalui visualisasi interaktif seperti Sectoral Vulnerability Heatmap dan AI-Powered Business Assistant (Tanya EXO), platform ini dirancang agar mudah diakses oleh pelaku UMKM sektor manufaktur dan perdagangan untuk menentukan smart purchase timing bahan baku secara adaptif. Gagasan komprehensif ini selaras dengan pencapaian SDG 8 dalam memperkuat ketahanan ekonomi di tengah dinamika global.
Sebagai output utama dari skema PKM-VGK, ide visioner ini dikemas ke dalam sebuah produksi video sinematik dengan skenario yang kuat. Proses produksi direncanakan berjalan selama tiga hingga empat bulan ke depan. Alur cerita video akan menggambarkan realitas guncangan biaya produksi di lapangan hingga bagaimana visualisasi antarmuka aplikasi EXVOLTAS dapat membantu pelaku usaha mengambil keputusan preventif sebelum lonjakan harga terjadi.
Melangkah ke Tahap Produksi Konten dan Visualisasi
Pasca pengumuman pendanaan, Tim Exvoltas langsung bergerak cepat mengawali tahapan pra-produksi, mulai dari finalisasi konsep, penyiapan perangkat pengembangan digital berbasis AI, hingga survei lokasi pengambilan gambar di lingkungan Kampus ITERA.
Keberhasilan pendanaan ini diharapkan menjadi bukti nyata kontribusi aktif mahasiswa Sains Data ITERA dalam menciptakan inovasi berbasis risiko yang aplikatif bagi masyarakat, pelaku usaha, hingga pemangku kebijakan ekonomi nasional.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































