Malang, 20 Juli 2026 — Bayangkan belajar bahasa Arab bukan lagi dengan menghafal buku tebal, melainkan dengan mengobrol langsung bersama kecerdasan buatan (AI) yang berperan sebagai petugas imigrasi, resepsionis hotel, atau pedagang di pasar tradisional. Ide itulah yang sedang dirancang tim peneliti Universitas Negeri Malang (UM) lewat rencana penelitian bertajuk “Pengembangan dan Evaluasi Sistem Dialog Cerdas Berbasis Immersive AI untuk Pembelajaran Bahasa Arab Pariwisata”. Sebagai gambaran awal konsep, tim telah menyiapkan portal demonstrasi bernama Al-Hiwar AI, yang memperlihatkan bagaimana sistem ini kelak akan bekerja.
Penelitian ini masih berada pada tahap perencanaan dan akan dilaksanakan secara bertahap selama satu tahun ke depan. Idenya bermula dari persoalan klasik: metode belajar bahasa Arab konvensional dinilai kurang interaktif dan jarang menghadirkan pengalaman komunikasi yang benar-benar autentik. Padahal, kemampuan bahasa Arab praktis sangat dibutuhkan di sektor pariwisata, mulai dari melayani wisatawan di bandara, menyambut tamu di hotel, hingga bertransaksi di pasar tradisional.
Rencana riset ini digagas oleh Dr. Abdul Adzim Irsyad, L.C., M.Pd. bersama Dr. Kholisin, M.Hum. yang akan menyusun konten dialog berbasis destinasi. Dua mahasiswa, Muhammad Ahsan Thoriq dan Muhammad Zahid ‘Afafarrasyihab Rahimadinullah, akan turut membantu merancang desain antarmuka dan membangun media pembelajaran ini agar tampilannya menarik dan mudah digunakan oleh pemelajar dari berbagai kalangan.
Yang membuat rencana sistem ini menarik adalah rangkaian fitur yang dirancang menyerupai pengalaman bermain gim edukasi. Modul latihan percakapan, misalnya, memungkinkan pengguna memilih peran dan skenario perjalanan yang ingin disimulasikan, seperti berhadapan dengan petugas imigrasi saat tiba di Arab Saudi, check-in di lobi hotel, tawar-menawar harga oleh-oleh di pasar tradisional, hingga memesan makanan khas Arab di sebuah restoran. Setiap respons AI akan ditampilkan dalam huruf Arab, dilengkapi opsi transliterasi Latin dan terjemahan Indonesia, sehingga pemelajar tingkat pemula maupun menengah tetap bisa mengikuti percakapan tanpa tersesat.

Fitur lain yang tidak kalah menarik adalah sistem koreksi tata bahasa secara real-time, yang akan langsung menandai kesalahan susunan kalimat atau pelafalan pengguna dan memberikan saran perbaikan seketika, layaknya guru privat yang selalu siap sedia. Ada pula kamus frasa wisata interaktif yang mengelompokkan ungkapan penting berdasarkan destinasi, mulai dari arah dan pertanyaan dasar hingga istilah transportasi, lengkap dengan audio pelafalan native speaker. Agar proses belajar tidak monoton, sistem ini juga dirancang dengan dasbor gamifikasi yang mencatat level kompetensi, poin pengalaman (XP), rentetan hari latihan (streak), serta lencana pencapaian bertema perjalanan, seperti “Bintang Sistem Imigrasi”, “Ahli Funduq”, hingga “Raja Tawar-Menawar”, yang akan terbuka setiap kali pengguna menuntaskan skenario tertentu.
Dari sisi metode, tim berencana menggunakan pendekatan Design-Based Research (DBR) yang akan dilaksanakan dalam lima tahap: analisis kebutuhan melalui diskusi kelompok terarah bersama pemandu wisata dan pengajar bahasa Arab, pengembangan sistem berbasis cloud, uji coba terbatas bersama 25–30 partisipan, uji coba skala luas yang menyasar puluhan pengguna dari sejumlah institusi pendidikan dan agensi wisata, hingga tahap dokumentasi dan diseminasi hasil melalui publikasi ilmiah dan pelatihan bagi pemandu wisata.

Tim berharap, jika berjalan sesuai rencana, sistem ini kelak tidak berhenti sebagai prototipe akademik semata, melainkan dapat diadopsi secara luas oleh institusi pendidikan dan pelaku industri pariwisata di Indonesia. Luaran wajib yang ditargetkan dari penelitian ini antara lain prototipe sistem dialog cerdas yang dapat diakses publik, artikel ilmiah pada jurnal terakreditasi SINTA 2 Arabiyat: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban, serta pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual atas sistem yang dikembangkan. Publik dapat menantikan perkembangan lebih lanjut dari inovasi ini melalui uji coba dan evaluasi yang akan dilaksanakan tim peneliti dalam waktu dekat.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































