Demak, 27 Juli 2026– Kampung Keripik yang berlokasi di Desa Blerong, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, terus menunjukkan perkembangan positif sebagai salah satu sentra Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang mampu memberdayakan masyarakat melalui pengolahan aneka keripik. Berawal dari kelompok kecil, kini Kampung Keripik menjadi wadah bagi masyarakat untuk belajar, berproduksi, hingga memperluas jaringan pemasaran produk lokal.Program Kampung Keripik mulai dirintis pada tahun 2023 dengan anggota awal sebanyak empat orang. Seiring berjalannya waktu, kelompok ini menargetkan dapat menghimpun sepuluh anggota. Namun, pelatihan yang dibuka untuk masyarakat umum mendapat sambutan yang sangat baik sehingga jumlah peserta yang bergabung melebihi target awal.Pada puncak perkembangannya, Ikatan Kelompok Masyarakat (IKM) Kampung Keripik sempat memiliki 16 anggota. Seiring berjalannya waktu dan dinamika dalam menjalankan usaha bersama, saat ini sebanyak 12 anggota tetap aktif dan terus berkomitmen mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Keberadaan Kampung Keripik tidak lepas dari sosok Bapak Supriyanto, pemilik usaha Aneka Jaya, yang juga menjabat sebagai Ketua IKM Demak sekaligus Wakil Ketua UMKM Demak. Usaha yang dirintisnya sejak tahun 2009 menjadi inspirasi lahirnya Kampung Keripik sebagai wadah pemberdayaan masyarakat.Berawal dari produksi keripik rumahan dalam skala kecil, usaha Aneka Jaya perlahan berkembang. Pada tahun 2012 produknya mulai dikenal oleh pedagang di sekitar wilayah usaha. Memasuki tahun 2014 hingga sekarang, jaringan pemasarannya semakin luas hingga menjangkau Kota Semarang dan berbagai daerah di Jawa Tengah.Menurut Bapak Supriyanto, keberhasilan sebuah UMKM tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh kemauan untuk terus belajar dan menjaga kebersamaan.
“Kampung Keripik ini kami bangun bukan hanya untuk menghasilkan produk, tetapi juga untuk memberdayakan masyarakat. Kalau dikerjakan bersama-sama dengan semangat dan konsisten, usaha kecil pun bisa berkembang dan dikenal luas. Saya berharap seluruh anggota tetap kompak, terus belajar, dan tidak mudah menyerah menghadapi tantangan usaha,” ujar Supriyanto Ketua IKM Demak dan Wakil Ketua UMKM Demak.
Ia juga menambahkan bahwa pemasaran menjadi salah satu fokus utama pengembangan Kampung Keripik ke depan.
“Harapan kami, produk-produk Kampung Keripik Desa Blerong tidak hanya dikenal di Demak atau Jawa Tengah, tetapi juga mampu menembus pasar nasional. Potensi masyarakat sangat besar, tinggal bagaimana kita menjaga kualitas produk, memperkuat kemasan, dan memperluas jaringan pemasaran,”
Di Kampung Keripik, Desa Blerong, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang mendapatkan pengalaman berharga untuk membangun jiwa kewirausahaan. Mahasiswa menerima pelatihan langsung dari pemilik usaha Aneka Jaya, Ketua IKM Demak dan Wakil Ketua UMKM Demak, Bapak Supriyanto. Beliau membimbing mereka secara langsung dalam proses produksi keripik, mulai dari pemilihan bahan baku hingga proses pengolahan dan pengemasan. Selain itu, mahasiswa diberi instruksi untuk membuat camilan Peyek Tumpi, yang merupakan salah satu produk unggulan Kampung Keripik. Bukan uang yang kami bawa, tetapi ilmu dan tenaga. Salah satu mahasiswa KKN mengatakan bahwa pelatihan ini memberi mereka pemahaman langsung tentang cara usaha kecil dapat beroperasi dan berkembang. Selain melakukan latihan produksi, mahasiswa juga membantu membuat profil UMKM, menyimpan catatan tentang bagaimana produk dibuat, dan memasarkan produk Kampung Keripik di media sosial. Pengalaman ini memberikan pelajaran berharga bahwa membangun usaha tidak hanya membutuhkan modal besar; itu juga memerlukan keinginan untuk belajar, berkomitmen, dan bekerja sama, bekal yang diharapkan dapat terus membantu pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Perkembangan Kampung Keripik juga mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Demak. Bupati Demak memberikan apresiasi terhadap keberadaan Kampung Keripik sebagai salah satu potensi unggulan daerah yang memiliki prospek besar dalam meningkatkan perekonomian masyarakat.
Selain memproduksi berbagai jenis keripik, para pelaku UMKM Kampung Keripik juga mengembangkan produk tradisional berupa Peyek Tumpi, camilan khas yang memiliki cita rasa gurih dan tekstur renyah. Peyek Tumpi dibuat menggunakan bahan utama kacang hijau yang telah direndam selama 12 jam, kemudian dicampur dengan tepung beras, tepung tapioka, telur, daun jeruk, serta bumbu halus yang terdiri atas bawang putih, kemiri, ketumbar, kunyit, kencur, garam, dan penyedap rasa. Adonan kemudian digoreng menggunakan api kecil, bahkan dilakukan dua kali proses penggorengan agar menghasilkan tekstur yang lebih renyah dan tahan lama. Melalui semangat gotong royong, inovasi produk, dan komitmen seluruh anggota, Kampung Keripik di Desa Blerong, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak diharapkan terus berkembang sebagai sentra UMKM yang mampu mengangkat potensi lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer









































































