Demi merawat warisan budaya lokal, tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Malang UM BBM Desa Malangsuko mengambil langkah nyata dengan merancang media pembelajaran visual berupa Diorama Interaktif yang memuat karakter Topeng Malangan untuk para siswa di SDN 2 Malangsuko.
Program kerja ini dirancang untuk mengenalkan warisan kebudayaan khas Malang kepada generasi muda yang di kemas dengan menarik dan mudah dipahami. Melalui pendekatan ini, para siswa diajak untuk mengasah kepekaan serta apresiasi seni sejak dini lewat media edukasi yang dapat disentuh dan dimainkan secara langsung.
Seluruh anggota tim KKN UM Desa Malangsuko terjun langsung mengilustrasikan tokoh-tokoh utama dalam cerita Panji, seperti Dewi Sekartaji, Panji Asmorobangun, hingga tokoh ksatria lainnya. Demi menghasilkan visual karakter yang bagus, detail, dan menarik bagi anak-anak, para mahasiswa bahkan rela begadang di posko KKN selama proses perancangan. Setelah komponen diorama dan karakter lepasan selesai dicetak, media tersebut siap diujicobakan dalam pembelajaran interaktif.
Aksi partisipasi siswa berlangsung meriah pada tanggal 15 Juli 2026 kemarin, yang mana pada minggu tersebut merupakan tahun ajaran baru. Usai di jelaskan materi mengenai tokoh-tokoh panji tersebut secara singkat, para siswa kelas 4 SDN 2 Malangsuko diajak menyusun dan mencocokkan karakter-karakter Topeng Malangan ke dalam bingkai bergambar, yang juga didampingi oleh mahasiswa KKN di setiap kelompok. Kemudian memandu anak-anak untuk menghafal karakter-karakter tersebut sebelum sesi quizz berlangsung. Bagi yang dapat menebak nama karakter dengan benar, maka akan diberikan stiker dari ilustrasi gambar tersebut.
Keseruan sesi belajar sambil bermain ini memantik respons jujur dan polos dari para siswa. Nisa dan Siska, siswa kelas 4 SDN 2 Malangsuko, tak bisa menyembunyikan rasa sukanya saat melihat karakter-karakter buatan mahasiswa KKN UM tersebut.
“Saya suka Hanoman dan Dewi Sekartaji, soalnya Dewi Sekartaji cantik sekali, terus putih lagi, Siapa tahu cantiknya nular,” ujar Nisa dan Siska polos sembari tersenyum manis.
Rasa kagum juga disampaikan oleh Pandu, siswa kelas 4 lainnya yang ikut serta dalam sesi pembelajaran interaktif tersebut.
“Seru, keren banget!” ujar Pandu singkat dengan mata berbinar-binar.
Kegiatan ini ditutup dengan penyerahan secara resmi 1 set media pembelajaran diorama karakter Topeng Malangan kepada pihak sekolah SDN 2 Malangsuko. Media edukasi diorama ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana belajar yang menyenangkan bagi siswa saat ini, tetapi juga dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh para guru sebagai media pembelajaran kebudayaan lokal di masa mendatang.
Melalui inovasi diorama interaktif ini, tim KKN UM berharap benih-benih kecintaan terhadap budaya lokal Topeng Malangan dan dapat terus tumbuh subur di benak anak-anak Desa Malangsuko supaya tidak ditelan zaman.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer










































































