Siaran Berita — Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 8 Universitas Airlangga melaksanakan program Penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) bersama ibu-ibu Kelompok Kerja (Pokja) Desa Tempurejo sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pemanfaatan tanaman herbal untuk menjaga kesehatan. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 23 Juli 2026, di Balai Desa Tempurejo, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, ini menjadi salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3, yaitu Good Health and Well-Being.
Program ini melibatkan mahasiswa BBK 8 Universitas Airlangga, perangkat Desa Tempurejo, serta perwakilan ibu-ibu POKJA sebagai mitra utama kegiatan. Penanaman dilakukan dengan memanfaatkan lahan di balai desa sebagai taman TOGA yang ditanami sekitar 22 tanaman, diantaranya yaitu kencur, kunci, pandan, jahe, lidah buaya, tomat, kitolod, daun sirsak kumis kucing, puyang, ciplukan, sereh, kelor, kunyit, daun salam, dan lain sebagainya. Tanaman-tanaman tersebut dipilih karena mudah dibudidayakan, memiliki banyak manfaat kesehatan, serta dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk mengatasi keluhan ringan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain melakukan penanaman, mahasiswa BBK memberikan edukasi mengenai manfaat masing-masing tanaman, teknik penanaman, cara perawatan, hingga pemanfaatannya sebagai obat herbal sederhana. Untuk menciptakan taman yang lebih menarik, mahasiswa bersama ibu-ibu Pokja juga menghias area TOGA menggunakan batu hias sehingga tampil lebih rapi, indah, dan dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat yang berkunjung ke balai desa. Antusiasme peserta terlihat dari semangat mereka selama proses penanaman, berdiskusi mengenai manfaat tanaman, serta bergotong royong menata taman hingga selesai.
Ketua Kelompok BBK 8 Desa Tempurejo, Udhay Hatumena, menjelaskan bahwa program penanaman TOGA dirancang tidak hanya untuk menciptakan lingkungan yang lebih hijau, tetapi juga menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemanfaatan tanaman obat keluarga sebagai upaya promotif dan preventif dalam menjaga kesehatan.
“Kami berharap program penanaman TOGA ini dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memanfaatkan tanaman obat keluarga dalam kehidupan sehari-hari. Kedepannya, TOGA tidak hanya menjadi sumber pengobatan alami, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai potensi ekonomi melalui budidaya dan pengolahan produk herbal. Dengan demikian, program ini tidak hanya mendukung peningkatan kesehatan masyarakat, tetapi juga sejalan dengan upaya Kabupaten Lumajang dalam mendorong desa yang lebih hijau, produktif, dan berkelanjutan,” jelas Ketua Kelompok BBK 8 Desa Tempurejo, Udhay Hatumena.
Melalui program ini, BBK 8 Universitas Airlangga berharap taman TOGA tidak hanya menjadi penghijauan di lingkungan Balai Desa Tempurejo, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang mendorong masyarakat memanfaatkan tanaman obat keluarga sebagai langkah preventif dalam menjaga kesehatan. Keberadaan taman TOGA diharapkan dapat terus dirawat dan dikembangkan oleh masyarakat sehingga memberikan manfaat yang berkelanjutan, sekaligus menjadi wujud nyata kolaborasi antara Universitas Airlangga dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas kesehatan desa.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer







































































