SIDOARJO – Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo terus mendorong peningkatan kualitas layanan melalui transformasi digital. Bertepatan dengan momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, RSI Siti Hajar memperkenalkan tiga inovasi sekaligus, yakni maskot ROSHI, CRM berbasis Artificial Intelligence (AI), serta aplikasi SHIELD.
Ketiga inovasi tersebut menjadi bagian dari komitmen RSI Siti Hajar untuk membangun layanan kesehatan yang semakin cepat, responsif, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Direktur Utama RSI Siti Hajar Sidoarjo, Iqbal Faizin, mengatakan transformasi tersebut merupakan bagian dari semangat continuous improvement yang terus dibangun di lingkungan rumah sakit.
“Bagi kami, inovasi bukan sekadar menghadirkan teknologi baru. Yang paling penting adalah bagaimana teknologi tersebut mampu memberikan dampak nyata terhadap kualitas pelayanan dan pengalaman pasien,” ujar Iqbal.
ROSHI, Simbol Semangat untuk Terus Meroket
Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah ROSHI, maskot RSI Siti Hajar berbentuk roket. Nama dan bentuk tersebut merepresentasikan semangat rumah sakit untuk terus bergerak maju, berkembang, dan meroket dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Roket dipilih karena memiliki filosofi tentang keberanian untuk melangkah lebih jauh sekaligus terus melakukan peningkatan. Namun, di balik semangat untuk melesat, ROSHI tetap membawa pesan bahwa setiap inovasi harus berakar pada kebutuhan masyarakat.
“Setinggi apa pun roket melesat, kami ingin tetap membumi. RSI Siti Hajar harus tetap menjadi tempat berpijak, sumber kekuatan pengabdian, dan pusat pelayanan yang dekat dengan masyarakat,” jelasnya.
ROSHI pun tidak hanya diposisikan sebagai identitas visual. Maskot tersebut diharapkan menjadi representasi semangat seluruh insan RSI Siti Hajar dalam menghadirkan pelayanan yang progresif, humanis, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.
CRM AI Perkuat Respons dan Hubungan dengan Pasien
Transformasi digital RSI Siti Hajar juga diwujudkan melalui penerapan Customer Relationship Management (CRM) berbasis AI.
Sistem ini dirancang untuk mengelola interaksi dengan pasien maupun calon pasien melalui berbagai kanal komunikasi dalam satu sistem terintegrasi. Dengan pengelolaan data dan komunikasi yang lebih terpusat, rumah sakit dapat meningkatkan kecepatan respons sekaligus menjaga kualitas hubungan dengan pasien.
Menurut Iqbal, kecepatan merespons menjadi salah satu aspek penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan.
“CRM pada dasarnya adalah strategi untuk meningkatkan interaksi dan kepuasan pasien. Ketika respons tidak cepat dan konfirmasi tidak tepat, ada potensi masyarakat beralih. Karena itu, kami ingin membangun sistem yang lebih responsif dan terukur,” ungkapnya.
Pemanfaatan AI diharapkan tidak menggantikan sentuhan manusia dalam pelayanan kesehatan, melainkan menjadi alat bantu agar tenaga pelayanan dapat bekerja lebih efektif dan memberikan perhatian yang lebih baik kepada pasien.
SHIELD Hadirkan Transparansi Data Manajemen
Inovasi berikutnya adalah aplikasi SHIELD atau Siti Hajar Informasi Eksekutif Lintas Data. Aplikasi yang tersedia untuk perangkat Android dan iOS ini dikembangkan sebagai sistem informasi eksekutif yang memungkinkan pemantauan data manajemen secara lebih mudah dan real-time.
Melalui SHIELD, pemilik rumah sakit dapat memperoleh informasi terkait kondisi keuangan, termasuk pendapatan dan pengeluaran, secara lebih fleksibel.
Kehadiran aplikasi tersebut memperkuat upaya RSI Siti Hajar dalam membangun tata kelola yang transparan dan berbasis data. Informasi yang tersaji secara cepat diharapkan dapat mendukung proses pengambilan keputusan manajemen secara lebih tepat.
Teknologi Tetap Berpijak pada Nilai Islami
Meski mengusung digitalisasi, RSI Siti Hajar menegaskan bahwa teknologi bukanlah tujuan akhir. Seluruh inovasi tetap diarahkan untuk memperkuat nilai pelayanan yang menjadi identitas rumah sakit.
Setidaknya terdapat empat prinsip yang menjadi pijakan, yakni pelayanan berbasis nilai Islami, kepedulian yang humanis, inovasi untuk meningkatkan kualitas layanan, serta memperluas jangkauan manfaat bagi masyarakat.
“Teknologi hanyalah alat. Tujuan akhirnya tetap pelayanan. Kami ingin masyarakat mendapatkan layanan yang lebih cepat, efektif, transparan, tetapi tetap humanis dan memiliki nilai pengabdian,” tegas Iqbal.
Melalui ROSHI, CRM AI, dan SHIELD, RSI Siti Hajar Sidoarjo ingin menunjukkan bahwa transformasi digital di sektor kesehatan bukan semata tentang mengikuti perkembangan teknologi. Lebih jauh, transformasi tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan rumah sakit yang terus belajar, berbenah, dan meroket tanpa kehilangan akar pengabdiannya kepada masyarakat.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer





































































