Perjalanan membangun sebuah brand tidak selalu dimulai dari kondisi yang sempurna. Bagi Ikbar Andriano, perjalanan tersebut berawal sejak duduk di bangku SMA ketika ia mulai menjadi reseller produk outdoor di tengah masa pandemi COVID-19.
Bisnis yang dijalankannya sempat berkembang cukup pesat. Namun karena saat itu masih dalam tahap belajar, Ikbar belum memahami dengan baik bagaimana mengelola dan memutar keuangan bisnis. Hingga akhirnya, bisnis tersebut mengalami kegagalan.
Memasuki masa kuliah, pengalaman tersebut sempat membuat Ikbar merasa gagal dan mengambil kembali apakah dirinya masih mampu membangun bisnis.
Sebuah dorongan dari seseorang yang pernah dekat dengannya kemudian menjadi salah satu titik balik. Ia kembali diingatkan bahwa dirinya sebenarnya memiliki kemampuan dalam berjualan dan pernah membangun akun penjualan yang cukup baik.
Dorongan tersebut membuat Ikbar mulai menyusun kembali langkahnya. Ia tidak hanya ingin mengulangi apa yang pernah dilakukan, tetapi membawa pengalaman dari kegagalan sebelumnya untuk membangun sesuatu yang lebih matang.
Setelah menyelesaikan kuliahnya, Ikbar kemudian mulai membangun Zagros Official , sebuah brand yang bergerak di bidang outdoor apparel.
Bagi Ikbar, Zagros bukan sekadar merek yang menjual produk outdoor. Ia ingin Zagros memiliki nilai yang lebih luas melalui.
Menurutnya, aktivitas pendakian memerlukan pengetahuan dasar dan persiapan yang baik. Pemahaman mengenai SOP pendakian, kondisi medan, perlengkapan, serta keselamatan menjadi hal yang penting agar risiko selama berada di gunung dapat diminimalisir.
“ Menurut saya, sebelum mendaki kita harus memiliki ilmu dasar terlebih dahulu. Ada SOP dan pengetahuan yang perlu dipahami. Tujuannya bukan untuk membuat orang takut mendaki, tapi supaya mereka lebih siap dan risiko yang berbahaya di gunung bisa diminimalisir ,” ujar Ikbar.
Selain edukasi, Ikbar juga ingin menghadirkan produk yang benar-benar memiliki fungsi untuk aktivitas outdoor. Baginya, produk pendakian tidak cukup hanya memiliki tampilan outdoor, tetapi harus memperhatikan kualitas, kenyamanan, material, desain, dan kebutuhan pengguna di lapangan.
“ Saya ingin produk Zagros bukan hanya terlihat seperti produk pendakian. Saya ingin setiap produk yang dibuat benar-benar memiliki fungsi dan kualitas yang bisa dirasakan ketika digunakan untuk aktivitas outdoor ,” jelasnya.
Saat ini, Ikbar terus mengembangkan Zagros melalui produk, komunitas, serta berbagai kolaborasi. Ia menyadari bahwa membangun sebuah brand membutuhkan proses yang panjang dan konsistensi.
Dari pengalaman menjadi reseller sejak SMA, sempat mengalami kegagalan, hingga akhirnya kembali membangun brand sendiri, Ikbar melihat setiap fase tersebut sebagai bagian dari proses untuk mewujudkan mimpinya.
Ke depan, ia memiliki target yang lebih jauh. Ikbar ingin membawa Zagros tidak hanya dikenal di Indonesia, tetapi berkembang hingga Asia Tenggara.
“Target saya ke depan bukan hanya Zagros yang dikenal di Indonesia. Saya ingin suatu hari nanti Zagros bisa berkembang hingga Asia Tenggara. Prosesnya mungkin panjang, tetapi saya percaya kalau produknya terus diperbaiki, edukasinya terus berjalan, dan komunitasnya terus dibangun, mimpi itu bisa diwujudkan,” ungkapnya.
Bagi Ikbar, Zagros bukan hanya tentang membangun sebuah merek, tetapi tentang membangun sesuatu yang memiliki manfaat melalui produk yang berkualitas, edukasi pendakian, dan komunitas.
Dari reseller sejak SMA, sempat jatuh, kemudian bangkit membangun brand sendiri. Kini, Ikbar membawa Zagros dengan satu mimpi: tumbuh dari Indonesia dan suatu hari melangkah hingga Asia Tenggara.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer




































































