KKN Berdampak Kelompok 162 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Dusun Bulurejo, Desa Tumpakrejo, menghadirkan inovasi sederhana di bidang pertanian melalui pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dan pestisida nabati. Kegiatan ini memanfaatkan bahan-bahan yang mudah ditemukan di sekitar masyarakat sekaligus mengenalkan alternatif pertanian yang lebih ramah lingkungan.
Ide tersebut dicetuskan dan dipandu oleh Anindya, mahasiswa Agroteknologi, Universitas Muhammadiyah Malang yang turut memberikan pengetahuan mengenai pemanfaatan bahan-bahan di sekitar sebagai produk pendukung pertanian.
“Kami ingin menunjukkan bahwa bahan yang sederhana dan mudah ditemukan di sekitar sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk membantu kebutuhan pertanian masyarakat,” ujar Anindya.
Pembuatan POC memanfaatkan limbah rumah tangga, seperti sayuran yang tidak terpakai dan air cucian beras. Bahan tersebut kemudian dicampurkan dengan EM4 dan molase untuk membantu proses fermentasi. Campuran didiamkan selama kurang lebih dua minggu, dengan tutup wadah dibuka secara berkala untuk mengeluarkan gas hasil fermentasi.
Keberhasilan fermentasi dapat dilihat melalui nilai pH yang seimbang yaitu di atas 3 dan dibawah 7, serta adanya perubahan aroma. Pada awalnya POC memiliki aroma yang lebih menyengat, kemudian berubah menjadi aroma manis. Hasil pengecekan kelompok menunjukkan bahwa POC yang dibuat telah memiliki aroma manis sehingga dinilai berhasil dan dapat digunakan setelah diencerkan dengan air sebelum diaplikasikan pada tanaman.
Selain POC, kelompok juga membuat pestisida nabati menggunakan daun pepaya, daun srikaya, dedaunan pahit lainnya, serta bawang putih. Bahan tersebut dipotong, diremas bersama air, kemudian disaring dan didiamkan selama satu malam. Setelah itu, ditambahkan sedikit Sunlight agar larutan lebih mudah menempel pada permukaan daun ketika disemprotkan.
Pestisida nabati ini memiliki proses pembuatan yang relatif singkat karena tidak memerlukan fermentasi panjang. Setelah didiamkan semalam, larutan dapat langsung digunakan pada tanaman. Inovasi ini diharapkan menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi penggunaan pestisida kimia.
Hasil kegiatan menunjukkan bahwa POC telah mencapai indikator awal keberhasilan fermentasi, sedangkan efektivitas pestisida nabati masih dalam tahap pengujian dan membutuhkan pengamatan lebih lanjut pada tanaman.
Melalui kegiatan ini, Kelompok 162 tidak hanya menghasilkan produk pertanian sederhana, tetapi juga mendorong masyarakat untuk melihat bahwa bahan yang ada di sekitar dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Dari limbah rumah tangga hingga tanaman di sekitar rumah, semuanya dapat menjadi bagian dari langkah kecil menuju pertanian yang lebih mandiri dan berkelanjutan di Dusun Bulurejo.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer







































































