SRAGEN – KKN Reguler Tim II Universitas Diponegoro melaksanakan Program Kerja Multidisiplin I “Penguatan Kemandirian Pangan Kelompok Disabilitas Desa” di Desa Purwosuman, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen. Kegiatan yang berlangsung pada 21–31 Juli 2026 ini dilakukan di Green House milik Kelompok Disabilitas Desa (KDD) Purwosuman yang berada di rumah Bapak Agung selaku Ketua KDD.
Program tersebut dilakukan untuk memudahkan pengelolaan Green House yang selama ini masih dilakukan secara manual. Sebelumnya, penyiraman tanaman dilakukan dua kali sehari menggunakan ember penyiram. Cara tersebut cukup menyulitkan anggota KDD karena sebagian memiliki keterbatasan gerak pada tangan maupun kaki.
Melihat kondisi tersebut, Tim KKN memasang sistem irigasi tetes otomatis menggunakan Timer Switch. Sistem ini terdiri dari pompa air, paralon, selang polyethylene, dan drip stick yang dipasang di sekitar tanaman. Timer diatur untuk menyalakan pompa pada pukul 06.30 dan 18.00 WIB. Setiap kali menyala, pompa bekerja selama dua jam dan masing-masing drip stick mengeluarkan sekitar dua liter air.
Sistem ini bekerja tanpa menggunakan sensor kelembapan tanah. Air dari pompa dialirkan melalui jaringan pipa dan selang menuju drip stick yang kemudian meneteskan air langsung ke tanah di sekitar tanaman. Dengan sistem tersebut, penyiraman dapat dilakukan pada waktu yang sudah ditentukan tanpa harus dilakukan secara langsung oleh anggota KDD.

Selama pelaksanaan, Tim KKN melakukan perakitan alat, pemasangan jaringan pengairan, hingga uji coba. Uji coba dilakukan dengan mengatur waktu pada Timer Switch dan menampung air yang keluar dari drip stick untuk melihat volumenya. Sistem sudah dapat berjalan, meskipun masih terdapat kendala pada pengaturan tekanan air.
Green House tersebut saat ini digunakan untuk menanam beberapa jenis tanaman, seperti terong, tomat, pepaya, nanas, paprika, dan cabai. Selain memasang sistem pengairan, Tim KKN juga membuat kandang ayam petelur sebagai bagian dari program yang sama. Sebanyak enam ekor ayam diberikan kepada KDD untuk dipelihara.
Pembuatan kandang ayam tersebut ditujukan agar pengelolaan Green House dapat dikembangkan secara lebih terintegrasi. Kotoran ayam nantinya dapat dimanfaatkan sebagai bahan pupuk alami untuk tanaman, sehingga limbah dari pemeliharaan ayam dapat digunakan kembali untuk mendukung kegiatan di Green House.
Ketua KDD Purwosuman menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Tim KKN. Menurutnya, keberadaan Green House merupakan bagian dari Sekolah Lapang bagi anggota KDD yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kemandirian.

“Terima kasih atas bantuannya. Sangat berharga bagi kami agar Green House yang merupakan Sekolah Lapang bagi KDD dapat bermanfaat untuk menunjang kehidupan, agar tidak bergantung pada bantuan pemerintah saja,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan oleh Pemerintah Desa Purwosuman yang dalam kegiatan tersebut diwakili oleh Sekretaris Desa. Pemerintah Desa mengapresiasi adanya sistem penyiraman yang disesuaikan dengan kebutuhan anggota KDD.
“Program ini sangat baik dan bermanfaat. Upaya membantu Kelompok Disabilitas Desa melalui pembuatan sistem penyiraman Green House yang ramah difabel merupakan wujud kepedulian sekaligus inovasi yang mendukung kemandirian dan pemberdayaan penyandang disabilitas,” ungkapnya.
Dosen Pembimbing Lapangan KKN Reguler Tim II Undip, Bapak Aziz Rifai, S.T., M.Si., juga mengapresiasi program tersebut. Ia melihat sistem yang telah dibuat masih dapat dikembangkan untuk kebutuhan lain di Green House.
“Inovasi ini sangat luar biasa dan harapannya KDD bisa terbantu dengan adanya inovasi ini. Ke depannya semoga bisa dikembangkan lagi, misalnya dalam irigasi juga bisa dilakukan penyiraman pupuk cair. Mungkin bisa dilanjutkan KKN selanjutnya,” tuturnya.
Dengan adanya sistem pengairan otomatis, anggota KDD tidak lagi perlu melakukan penyiraman secara manual dua kali sehari. Perawatan tanaman dapat menjadi fokus utama, sementara sistem pengairan berjalan sesuai jadwal yang telah diatur.
Ke depan, KDD akan melanjutkan perawatan alat dan tanaman, sekaligus mengembangkan Green House dengan memperluas ruang tanam dan memanfaatkan pupuk organik. Pengembangan tersebut diharapkan dapat mendukung Green House sebagai Sekolah Lapang sekaligus tempat bagi KDD untuk membangun kemandirian pangan dan mengembangkan kegiatan yang memiliki nilai ekonomi.
Penulis: Adinda Bintang Omega, Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer







































































