SIDOARJO – Kawasan pesisir Desa Wisata Gisik Cemandi, Kecamatan Sedati, Sidoarjo menjadi fokus kegiatan penelitian dalam rangka pendalaman ekowisata susur sungai mangrove dan konservasi lingkungan. Kegiatan penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi alam, tata kelola lingkungan, serta dinamika interaksi antara masyarakat lokal dengan ekosistem tambak tradisional dan hutan mangrove. Pemilihan Desa Gisik Cemandi sebagai lokasi penelitian didasarkan pada karakteristik wilayahnya yang berada pada kawasan pesisir dengan keberadaan ekosistem mangrove, aliran sungai, tambak, serta aktivitas masyarakat yang memiliki keterkaitan erat dengan sumber daya pesisir. Kondisi tersebut memberikan peluang untuk mengembangkan aktivitas wisata berbasis pengalaman lingkungan, khususnya melalui atraksi susur sungai.
Secara spasial, pengembangan kawasan pesisir di Desa Gisik Cemandi juga memiliki relevansi dengan arah kebijakan penataan ruang Kabupaten Sidoarjo. Dalam dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Sidoarjo, kawasan pesisir menjadi bagian dari wilayah yang memiliki nilai strategis dalam pengembangan wilayah. Penetapan kawasan strategis pesisir menunjukkan bahwa kawasan tersebut memiliki nilai penting dari perspektif ekonomi, sosial, lingkungan, dan pengembangan wilayah sehingga memerlukan pengelolaan dan pemanfaatan ruang yang terarah. Dengan demikian, pengembangan aktivitas pariwisata di Desa Gisik Cemandi perlu ditempatkan dalam kerangka pemanfaatan ruang yang tetap memperhatikan fungsi ekologis kawasan pesisir serta arah kebijakan pembangunan daerah.
Peta Tematik Kabupaten Sidoarjo (Sumber: Peta Tematik Peta Rencana Tata Ruang, 2026)
Konteks tata ruang tersebut menjadi salah satu dasar penting dalam penelitian pengembangan atraksi susur sungai. Pengembangan pariwisata tidak diarahkan semata-mata untuk meningkatkan pemanfaatan kawasan sebagai ruang rekreasi, tetapi juga untuk mendukung pemanfaatan potensi kawasan strategis pesisir secara produktif dan berkelanjutan. Atraksi susur sungai dapat menjadi salah satu alternatif bentuk pemanfaatan ruang yang mengintegrasikan fungsi wisata dengan potensi ekosistem pesisir, khususnya mangrove dan lingkungan perairan, tanpa mengabaikan kebutuhan perlindungan terhadap sumber daya alam.
Pelaksanaan penelitian diawali dengan observasi lapangan untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi eksisting kawasan yang berpotensi dikembangkan sebagai jalur atraksi susur sungai. Observasi dilakukan dengan menelusuri jalur perairan dan kawasan mangrove, mengidentifikasi karakteristik lingkungan, kondisi vegetasi, akses menuju lokasi, fasilitas pendukung, titik-titik yang memiliki potensi daya tarik, serta aspek keselamatan dan kenyamanan yang perlu diperhatikan dalam pengembangan aktivitas wisata. Observasi juga digunakan untuk mengidentifikasi berbagai permasalahan pada jalur susur sungai yang dapat menjadi dasar dalam merumuskan kebutuhan pengembangan atraksi.
Dalam kunjungan penelitian tersebut, eksplorasi dilakukan dengan menyusuri muara sungai dan area pertambakan menggunakan perahu nelayan milik warga setempat. Selain mengamati keasrian vegetasi mangrove yang berfungsi sebagai sabuk hijau pelindung pesisir Sidoarjo dari abrasi, tim penelitian juga mencatat keberadaan berbagai jenis satwa liar. Kawasan muara Gisik Cemandi terbukti menjadi habitat penting bagi berbagai spesies burung bangau liar yang memanfaatkan area pertambakan tradisional sebagai tempat mencari makan secara alami.
Selanjutnya dilakukan wawancara dan diskusi dengan masyarakat serta pengelola wisata setempat untuk memperoleh informasi mengenai karakteristik kawasan, aktivitas masyarakat, potensi wisata yang telah dimanfaatkan, bentuk keterlibatan masyarakat dalam kegiatan pariwisata, serta harapan terhadap pengembangan atraksi susur sungai. Keterlibatan masyarakat menjadi aspek penting karena pengembangan pariwisata di kawasan pesisir perlu mempertimbangkan keberadaan masyarakat sebagai bagian dari sistem sosial dan ekonomi kawasan. Menurut ketua Pokdarwis, Muhammad Alimin, dalam obrolan tersebut, terungkap bahwa salah satu hambatan terbesar dalam menjaga kebersihan kawasan muara bukanlah dari aktivitas pengunjung lokal, melainkan kiriman sampah dari hulu sungai yang tersangkut di akar-akar mangrove saat air pasang. Tantangan terbesar kita saat ini adalah sampah kiriman dari hulu sungai saat air pasang, serta bagaimana kita konsisten menjaga agar wisatawan tetap tertib dan tidak mengganggu habitat satwa liar.” Ujar Muhammad Alimin.
Kegiatan Wawancara (Sumber: putrictyas, 2026)
Meski dihadapkan pada kendala kebersihan lingkungan, pengelola dan operator perahu di Gisik Cemandi secara konsisten terus memberikan himbauan edukatif kepada para pengunjung. Langkah kecil seperti mengingatkan wisatawan untuk menyimpan sampah plastik selama menyusuri sungai menjadi bagian penting dari peran warga sebagai pemandu lingkungan di garis depan. Selain permasalahan sampah di muara sungai, terdapat sedikit kendala lain terkait dengan pemandu wisata lokal. Menurut Muhammad Alimin, pemandu lokal perlu diberi pelatihan dan sosialisasi terkait kepemanduan dan ekologis mangrove yang ada di area susur sungai. Hal ini dibutuhkan untuk menyambut wisatawan yang ingin menikmati wisata susur sungai.
Dengan demikian, penelitian di Desa Gisik Cemandi menempatkan pengembangan atraksi susur sungai dalam konteks yang lebih luas, yaitu sebagai bagian dari upaya pemanfaatan potensi kawasan strategis pesisir secara berkelanjutan. Integrasi antara arah kebijakan tata ruang, potensi ekologis kawasan, kebutuhan wisatawan, dan keterlibatan masyarakat menjadi dasar dalam merumuskan bentuk atraksi wisata yang adaptif terhadap karakteristik lokal. Hasil temuan lapangan diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan produk wisata pesisir yang memiliki nilai rekreatif, edukatif, ekonomi, dan ekologis sekaligus tetap sejalan dengan prinsip pengelolaan ruang dan pembangunan pariwisata berkelanjutan.
Penulis: Garsione Agni Andrea
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer




































































