YOGYAKARTA, 24 Juni 2026 — Saat bencana terjadi, mengetahui apa yang harus dilakukan menjadi hal penting bagi siapa pun. Namun, memahami informasi tentang kebencanaan tidak selalu mudah, terutama bagi siswa berkebutuhan khusus yang membutuhkan cara belajar yang lebih sesuai dengan karakteristik mereka. Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa Universitas Respati Yogyakarta (UNRIYO) menghadirkan Smart Disaster Comic, sebuah media edukasi yang mengajak siswa mengenal kebencanaan melalui cerita, gambar, dan situasi yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Program yang diketuai oleh Samuel Juanli dan dibimbing oleh Januar Rizqi, S.Kep., Ns., M.Sc. ini menghadirkan Smart Disaster Comic sebagai media pembelajaran kebencanaan. Komik tersebut menyajikan materi melalui gambar dan cerita sederhana, sehingga siswa dapat lebih mudah mengenali berbagai potensi bahaya serta memahami tindakan yang perlu dilakukan saat menghadapi situasi darurat.
Pemilihan komik sebagai media edukasi dilakukan karena informasi visual dinilai dapat membantu siswa mengikuti materi dengan lebih mudah. Materi yang biasanya disampaikan melalui penjelasan panjang dikemas menjadi cerita yang lebih sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dengan cara tersebut, siswa diharapkan dapat memahami pesan keselamatan tanpa merasa terbebani oleh banyaknya informasi.
Ketua tim PKM-PM UNRIYO, Samuel Juanli, mengatakan bahwa Smart Disaster Comic dikembangkan dengan mempertimbangkan kebutuhan siswa berkebutuhan khusus.
“Tujuan kami bukan hanya mengenalkan tentang bencana, tetapi juga membantu siswa memahami apa yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi darurat. Karena itu, materi dibuat sederhana dan disampaikan melalui media yang lebih mudah diterima oleh siswa,” ujar Samuel.
Dalam kegiatan tersebut, siswa tidak hanya membaca atau melihat komik. Mereka juga diajak mengenali kondisi yang berkaitan dengan keselamatan di lingkungan sekitar. Materi mencakup pengenalan potensi bahaya, pentingnya mengikuti arahan, serta tindakan sederhana yang dapat dilakukan untuk melindungi diri ketika terjadi bencana.

Guru turut dilibatkan sebagai pendamping selama proses edukasi. Peran guru dinilai penting karena mereka lebih memahami karakter dan kebutuhan masing-masing siswa. Guru juga dapat mengulang kembali materi yang diberikan sehingga pembelajaran mengenai kebencanaan dapat terus dilakukan setelah kegiatan PKM-PM selesai.
Dosen pembimbing Januar Rizqi, S.Kep., Ns., M.Sc., menilai bahwa edukasi kebencanaan perlu disampaikan dengan metode yang dapat menjangkau seluruh siswa.
“Edukasi kebencanaan harus dapat diakses oleh semua siswa. Untuk siswa berkebutuhan khusus, diperlukan cara penyampaian yang sesuai agar informasi keselamatan benar-benar dapat dipahami dan diterapkan,” jelas Pak Januar.
Bagi tim mahasiswa UNRIYO, Smart Disaster Comic diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif media pembelajaran untuk mendukung pendidikan kebencanaan yang lebih inklusif.
Ke depan, media tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan dengan cerita dan materi yang lebih beragam. Penggunaan secara berkelanjutan dengan pendampingan guru juga diharapkan dapat membantu membangun kesadaran dan kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah.
Melalui program PKM-PM ini, tim UNRIYO berupaya menghadirkan pembelajaran kebencanaan yang tidak hanya informatif, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan siswa. Dengan pendekatan yang lebih sederhana dan menarik, pengetahuan mengenai bencana diharapkan dapat menjadi bekal bagi siswa untuk lebih siap menjaga keselamatan diri ketika menghadapi keadaan darurat.
Penulis: Putri Puspitasari – Universitas Respati Yogyakarta
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer









































































