SURAKARTA – Antusiasme masyarakat memadati kawasan Alun-Alun Utara Solo pada Minggu (17/5/2026) pagi untuk menyaksikan acara balon udara dalam rangka perayaan ulang tahun Bank Jateng Syariah. Namun, balon udara yang menjadi agenda utama dalam acara tersebut akhirnya gagal diterbangkan karena kondisi cuaca yang dinilai tidak memungkinkan.
Acara balon udara itu merupakan bagian dari rangkaian perayaan ulang tahun Bank Jateng Syariah yang sebelumnya telah digelar di Kudus dan Semarang. Kota Solo menjadi titik puncak sekaligus penutup dalam agenda acara tersebut.
Sejak sebelum matahari terbit, ribuan warga mulai berdatangan ke kawasan Alun-Alun Utara. Banyak pengunjung datang bersama keluarga dan anak-anak untuk menyaksikan langsung penerbangan balon udara yang sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial.
Kepadatan pengunjung terlihat di sejumlah titik akses menuju lokasi acara. Arus kendaraan di sekitar kawasan Gladak, Jalan Jenderal Sudirman, hingga area depan Benteng Vastenburg terpantau padat sejak pagi hari. Kondisi semakin ramai karena pelaksanaan acara bertepatan dengan car free day (CFD) yang rutin digelar setiap akhir pekan di sepanjang Jalan Slamet Riyadi.
Pengunjung yang datang dari berbagai daerah terlihat memadati jalur masuk menuju area alun-alun. Beberapa titik bahkan dipenuhi antrean masyarakat yang ingin masuk ke lokasi acara. Area parkir kendaraan juga tampak penuh sejak pagi.
Acara sendiri dijadwalkan berlangsung mulai pukul 05.30 WIB hingga 08.30 WIB. Namun hingga waktu pelaksanaan berjalan, balon udara yang telah dipersiapkan di lokasi tidak kunjung diterbangkan.

Pihak panitia melalui unggahan akun Instagram @agendasolo menyampaikan bahwa kondisi cuaca pada hari pelaksanaan tidak mendukung proses penerbangan balon udara. Faktor arah angin dan kondisi cuaca disebut menjadi pertimbangan utama demi keamanan.
Dalam keterangan tersebut, panitia dari Balon Udara Wonosobo menjelaskan bahwa sebelumnya mereka telah melakukan uji coba penerbangan dan hasilnya berjalan lancar. Meski demikian, situasi cuaca pada hari pelaksanaan berbeda sehingga penerbangan balon tidak dapat dilakukan.
Keputusan tersebut kemudian memunculkan beragam reaksi dari masyarakat yang telah menunggu sejak pagi. Sejumlah pengunjung tampak kecewa karena balon udara yang menjadi daya tarik utama acara tidak jadi mengudara.
Beberapa warga terdengar melontarkan komentar bernada kecewa dan menyebut acara tersebut “zonk” lantaran ekspektasi untuk melihat balon udara terbang tidak terwujud. Meski begitu, sebagian pengunjung tetap bertahan di area acara untuk menikmati rangkaian hiburan lain yang masih berlangsung.
Panitia tetap melanjutkan kegiatan dengan menghadirkan penampilan guest star di panggung utama. Sejumlah pengunjung terlihat berkumpul di depan panggung untuk menyaksikan hiburan musik yang digelar setelah agenda penerbangan balon dibatalkan.
Selain hiburan, acara tersebut juga diramaikan dengan kehadiran puluhan stan UMKM yang menjual beragam produk kuliner, minuman, hingga produk kerajinan lokal. Stan-stan UMKM yang berada di sekitar kawasan Alun-Alun Utara tetap dipadati pengunjung selama acara berlangsung.
Acara tersebut digelar secara gratis dan terbuka untuk umum sehingga menarik perhatian masyarakat dalam jumlah besar. Tingginya antusiasme warga terlihat dari padatnya kawasan alun-alun hingga ruas jalan di sekitar lokasi acara sepanjang pagi hari.
Meski balon udara gagal diterbangkan, suasana acara tetap berlangsung ramai hingga menjelang siang dengan aktivitas pengunjung yang memadati area hiburan dan pusat kuliner UMKM.
Oleh: Aqila Mufida Nurdienasari, Universitas Sebelas Maret
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































