Malang—Keterbatasan biaya dan minimnya akses bimbingan belajar kerap menjadi penghalang bagi pelajar berprestasi untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Menjawab persoalan itu, Kementerian Brawijaya Mengajar Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya menginisiasikan program Beasiswa Lentera Bangsa.
Kementerian Brawijaya Mengajar di bawah Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya (EM UB) pada tanggal 23 Juni 2026 baru saja mengumumkan lima siswa SMA sebagai penerima perdana Program Beasiswa Lentera Bangsa. Program ini dirancang bukan sebagai bantuan dana semata, melainkan sebagai paket pendampingan menyeluruh menjelang masa-masa krusial seleksi masuk perguruan tinggi.
Berbeda dari skema beasiswa pada umumnya, Lentera Bangsa menggabungkan unsur penting yaitu dukungan finansial dan bimbingan belajar intensif. Pendekatan ganda ini lahir dari pemahaman bahwa kendala siswa tidak melulu soal biaya, tetapi juga soal akses terhadap pendampingan belajar yang berkualitas.
Para peserta akan didampingi langsung oleh mahasiswa Universitas Brawijaya. Selain Kehadiran mentor berfungsi memberi gambaran nyata soal kehidupan kampus, sesuatu yang seringkali asing bagi siswa yang belum pernah bersentuhan dengan dunia perguruan tinggi.
Kelima siswa terpilih bukan tanpa proses. Peserta diseleksi berdasarkan tiga aspek utama: motivasi belajar, konsistensi/komitmen, dan potensi akademik. Pendekatan ini menunjukkan bahwa program tidak semata menyasar siswa dengan nilai akademik tertinggi, tetapi juga mempertimbangkan kesungguhan dan semangat juang masing-masing peserta dalam mengejar pendidikan tinggi.
Bagi Kementerian Brawijaya Mengajar, program ini merupakan cara mahasiswa menempatkan diri bukan hanya sebagai penerima manfaat pendidikan tinggi, melainkan juga sebagai penggerak perubahan di tengah masyarakat. Gagasan tersebut sejalan dengan semangat gerakan sosial mahasiswa yang menekankan bahwa ilmu yang telah didapat sudah selayaknya “dikembalikan” dalam bentuk kontribusi nyata.
Model kemitraan semacam ini juga membuka ruang kolaborasi lebih luas: antara mahasiswa sebagai fasilitator, pelajar SMA sebagai penerima manfaat, dan pihak-pihak lain yang punya kepedulian sama terhadap pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia.
Program ini tak hanya bermakna di atas kertas, tetapi juga dirasakan langsung oleh para penerimanya. Salah satunya Marenina Visela Putri, yang menyampaikan harapannya agar program ini terus dilanjutkan.
“Harapannya, Beasiswa Lentera Bangsa terus berlanjut di tahun berikutnya dan semoga Beasiswa Lentera Bangsa bisa menjadi pijakan awal bagi teman-teman yang memulai mimpinya seperti saya,” ujar Marenina.
Harapan tersebut sekaligus menjadi cerminan dari tujuan besar program ini: menjadi titik tolak bagi pelajar-pelajar lain yang memiliki semangat serupa namun terkendala akses, agar langkah mereka menuju bangku kuliah tidak berhenti hanya karena keterbatasan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer








































































