Pematangsiantar — PMKRI Pematangsiantar resmi menetapkan 16 anggota baru setelah menyelesaikan rangkaian Masa Bimbingan (MABIM) sebagai bagian dari proses kaderisasi organisasi. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini diikuti oleh peserta dari berbagai perguruan tinggi di Kota Pematangsiantar. Selain menerima materi yang memperkuat wawasan kebangsaan dan nilai-nilai organisasi, para kader muda juga diajak untuk memahami secara langsung realitas kehidupan sosial masyarakat melalui kegiatan ekskursi sosial.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini diikuti oleh peserta dari berbagai perguruan tinggi di Kota Pematangsiantar. Selain menerima materi yang memperkuat wawasan kebangsaan dan nilai-nilai organisasi, para kader muda juga diajak untuk memahami secara langsung realitas kehidupan sosial masyarakat melalui kegiatan ekskursi sosial. Dalam ekskursi tersebut, peserta MABIM disebar ke beberapa lokasi di Kota Pematangsiantar untuk berdialog dengan masyarakat. Mereka mendengarkan berbagai keluhan warga sekaligus menggali harapan masyarakat terhadap kondisi kota saat ini.
Sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat antara lain kondisi perekonomian yang semakin sulit akibat inflasi, tingginya kerawanan sosial karena maraknya premanisme, serta kemacetan lalu lintas yang dinilai semakin mengganggu aktivitas warga. Salah satu temuan yang mencuat adalah tidak berfungsinya Terminal Tanjung Pinggir, yang berdampak pada meningkatnya aktivitas bus luar kota di kawasan sekitar Ramayana Pematangsiantar. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab kemacetan lalu lintas di pusat kota.

Fransisco Hutauruk sebagai Ketua Presidium Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PMKRI Pematangsiantar menyatakan bahwa hasil ekskursi sosial para kader muda akan ditindaklanjuti secara serius. Temuan dan aspirasi masyarakat tersebut akan dirumuskan menjadi masukan kritis kepada Pemerintah Kota Pematangsiantar. “Melalui proses MABIM ini, kader muda PMKRI tidak hanya dibekali pemahaman organisasi dan kebangsaan, tetapi juga dilatih untuk peka terhadap persoalan sosial yang dihadapi masyarakat,” demikian disampaikan Vincent Nadeak sebagai Ketua Panitia Mabim tersebut.
Dengan selesainya MABIM, PMKRI Pematangsiantar berharap kehadiran 16 kader baru dapat memperkuat peran organisasi dalam mengawal isu-isu sosial serta mendorong terciptanya kebijakan publik yang lebih berpihak pada kepentingan masyarakat Kota Pematangsiantar.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer







































































