MALANG, 6 JULI 2026 – Di tengah gempuran digitalisasi gadget yang kian mengikis interaksi sosial anak-anak, sebuah pemandangan menyegarkan terlihat di TPQ Darul Furqon yang beralamatkan di Jl. Teluk Grajakan, Kecamatan Pandanwangi, Blimbing, Kota Malang. Lembaga pendidikan keagamaan non-formal ini menjadi saksi keseruan puluhan santri usia dini yang sedang asyik bermain dan bernyanyi bersama pada Senin (06/07). Suasana riuh rendah dipenuhi gelak tawa polos anak-anak tatkala mengikuti rangkaian projek inovatif penanaman nilai-nilai kebangsaan sejak usia emas (golden age). Kegiatan kreatif bertajuk pengabdian masyarakat ini digagas dan dipimpin langsung oleh dua mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Abdurrohman Al Muflih bersama Muhammad Ulul Albab, sebagai bentuk implementasi nyata dari Project UTS mata kuliah Kewarganegaraan.

Rangkaian acara diawali secara interaktif dengan sesi “Dolanan Kebangsaan”, berupa permainan edukatif kolaboratif menggunakan metode “Menyusun Puzzle Lambang Pancasila”. Dalam permainan ini, anak-anak dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang heterogen. Secara bergotong royong, setiap kelompok harus mencocokkan dan menyusun potongan-potongan gambar (puzzle) acak hingga membentuk satu kesatuan lambang perisai Burung Garuda yang utuh, mulai dari simbol bintang, rantai, pohon beringin, kepala banteng, hingga padi dan kapas. Kerja sama tim sangat diuji karena mereka harus saling berbagi tugas menempatkan potongan gambar secara tepat tanpa boleh mendominasi satu sama lain. Melalui metode taktil dan visual ini, nilai Bhinneka Tunggal Ika (unsur keharmonisan, gotong royong, dan toleransi menghargai pendapat teman) serta Pancasila (unsur nilai kerakyatan dan keadilan) diwujudkan secara nyata, di mana para santri belajar menurunkan ego individual dan bahu-membahu menyelesaikan misi bersama.
Abdurrohim Al Muflih selaku salah satu fasilitator menjelaskan bahwa metode ini dipilih karena pendekatan teoritis yang kaku tidak akan efektif bagi anak-anak. “Santri usia dini lebih cepat menyerap nilai kewarganegaraan lewat media manipulatif motorik seperti puzzle. Melalui aktivitas menyusun lambang Pancasila secara berkelompok ini, mereka tidak sekadar menghafal simbol secara pasif, tetapi mempraktikkan langsung esensi gotong royong dan toleransi demi menyatukan kepingan gambar yang berbeda menjadi satu kesatuan yang utuh,” tutur Abdurrohim.
Antusiasme santri semakin memuncak saat memasuki agenda kedua, yaitu “Melodi Nasionalisme” yang dipandu oleh Muhammad Ulul Albab. Pada sesi musikal ini, anak-anak diajak menyanyikan lagu wajib nasional “Garuda Pancasila” secara komunal dengan iringan perkusi sederhana dari botol plastik bekas diisi kerikil. Pemanfaatan botol bekas ini sengaja dipilih untuk sekaligus mengajarkan kepedulian lingkungan kepada para santri. Aktivitas ini berhasil mengunci memori kolektif anak tentang identitas tanah air, sekaligus menanamkan nilai bersumber konsensus NKRI (cinta tanah air) serta UUD NRI 1945 (nilai demokrasi melalui keberanian mengekspresikan diri secara tertib).

Ustadz Muhammad Rusli, selaku pengasuh TPQ Darul Furqon menyampaikan apresiasi mendalam atas peran aktif mahasiswa. “Kami sangat berterima kasih karena cara penyampaian kedua mahasiswa ini sangat komunikatif. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendidikan agama di TPQ dan penguatan karakter kebangsaan bisa berjalan beriringan dengan sangat menyenangkan,” ungkapnya hangat.
Melalui pelaksanaan projek ini, diharapkan internalisasi nilai konstitusi dan kebangsaan tidak lagi dipandang sebagai materi yang berat bagi anak usia dini. Manfaat jangka panjang dari kolaborasi dolanan kreatif dan edukasi musikal ini diharapkan mampu menumbuhkan jiwa nasionalisme yang kokoh di sanubari para santri TPQ Darul Furqon sejak dini. Langkah kecil dari mahasiswa PBA ini menjadi investasi berharga dalam mencetak generasi penerus di Kota Malang yang tidak hanya cerdas secara spiritual, tetapi juga memiliki kecintaan yang mendalam dan tulus terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer








































































