Maraknya konflik agraria dan ancaman krisis iklim di berbagai wilayah Indonesia memicu kesadaran baru di kalangan generasi muda untuk mengambil peran aktif. Pemuda kini didorong menjadi motor penggerak utama dalam menerapkan pendekatan eco peacebuilding (pembangunan perdamaian berbasis lingkungan) guna menyelesaikan ketimpangan sosial dan menjaga kelestarian alam.
Langkah strategis ini mengemuka dalam diskusi daring bertema “Eco Peacebuilding: Menjaga Lingkungan, Merawat Perdamaian” yang digelar oleh Ruang Damai, Jumat (19/6/2026). Diskusi interaktif ini merupakan bagian dari rangkaian menuju Ruang Damai Exhibition 2026 yang banyak melibatkan kelompok muda.
Direktur Eksekutif Ruang Damai, Zainal Abidin, menegaskan bahwa suara dan aksi nyata pemuda sangat krusial dalam meredefinisi arti perdamaian di era modern. Menurutnya, krisis ekologis yang terjadi saat ini merupakan ancaman serius bagi masa depan generasi penerus bangsa.

“Krisis ekologis bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga ancaman serius bagi kemanusiaan dan perdamaian. Kita perlu mendorong aksi nyata di tingkat lokal,” ujar Zainal.
Ia menambahkan, keterlibatan aktif anak muda dalam mengampanyekan keadilan lingkungan dapat menjadi jembatan untuk mengurai potensi konflik horizontal di masyarakat. Pemuda memiliki kemampuan adaptasi yang cepat untuk menjadikan isu ekologi sebagai instrumen pemersatu.
Urgensi gerakan ini diperkuat oleh pemaparan perwakilan WALHI, Sandi Saputra, yang menyoroti potret kelam perampasan tanah adat di lapangan. Menyikapi ketimpangan tersebut, pola pikir kritis generasi muda dibutuhkan untuk mengawal kebijakan pembangunan agar lebih berpihak pada hak masyarakat lokal dan keberlanjutan alam.

Selain advokasi kebijakan, gerakan muda ini juga diwujudkan melalui aksi konkret dalam kehidupan sehari-hari. Psikolog dan Praktisi Gaya Hidup Berkelanjutan, Syarifa Yurizdiana, mengajak anak muda memimpin perubahan cara pandang terhadap alam dengan menekan ego konsumsi.
Syarifa menilai, pemuda dapat menjadi pelopor dalam mempraktikkan gaya hidup Zero Waste dan pengelolaan sampah mandiri dari rumah. Langkah kecil namun konsisten dari generasi muda ini dianggap mampu memberi dampak besar bagi pengurangan beban ekologis bumi.
Melalui ruang dialog publik ini, Ruang Damai berharap konsep eco peacebuilding dapat menjadi ideologi gerakan baru bagi anak muda Indonesia. Kolaborasi kepedulian lingkungan dan semangat menjaga perdamaian ini diharapkan mampu menciptakan keadilan sosial yang berkelanjutan di masa depan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






































































