Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Pesantren Seluruh Indonesia melalui Koordinator Pusat, Ahmad Tomy Wijaya, menyampaikan keprihatinan dan kritik tegas terhadap pernyataan Rizieq Shihab terhadap Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Presiden (KSP) yang dinilai berpotensi memecah belah dan tidak mencerminkan keteladanan sebagai figur publik.
“Kami menilai narasi yang disampaikan cenderung provokatif dan tidak memberikan pendidikan yang baik bagi umat. Tokoh agama seharusnya menjadi penyejuk, bukan memperkeruh suasana,” ujar Ahmad Tomy Wijaya.
BEM Pesantren menegaskan bahwa kebebasan berpendapat dalam demokrasi harus tetap dibingkai dengan etika, tanggung jawab, dan nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin. Kritik terhadap pemerintah adalah hal yang sah, namun tidak boleh mengarah pada ujaran yang merendahkan atau memicu perpecahan.
“Sebagai bangsa yang besar, kita memiliki warisan nilai dari para ulama dan pendiri bangsa untuk menjaga ukhuwah Islamiyah, ukhuwah Wathaniyah, dan ukhuwah Basyariyah. Pernyataan yang berpotensi memecah belah jelas bertentangan dengan semangat tersebut,” tegasnya.
Lebih lanjut, BEM Pesantren mengajak seluruh tokoh agama dan masyarakat untuk lebih bijak dalam menyampaikan pandangan di ruang publik, khususnya di era digital yang sangat cepat menyebarkan informasi.
“Kami mengingatkan bahwa setiap ucapan memiliki dampak luas. Oleh karena itu, penting untuk mengedepankan tabayyun, menjaga lisan, serta mengedepankan dialog yang santun dan konstruktif,” tambahnya.
BEM Pesantren berharap seluruh elemen bangsa dapat bersama-sama menjaga kondusivitas dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang berpotensi mengadu domba.
“Bangsa ini membutuhkan keteduhan dan persatuan. Sudah saatnya kita menghadirkan narasi yang menyejukkan, memperkuat persaudaraan, dan membangun, bukan sebaliknya,” tutup Ahmad Tomy Wijaya.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer



































































