Bogor – Singkong yang dulu hanya dihargai murah di pasaran, kini menjelma jadi komoditas bernilai tinggi. Di Desa Cikarawang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, para petani yang dulu hanya menjual singkong ke tengkulak dengan harga Rp600 hingga Rp800 per kilogram, kini bisa menikmati harga hingga Rp1.650 per kilogram. Perubahan besar ini datang berkat kerja sama dengan perusahaan swasta Greenhope yang mengolah singkong menjadi bahan baku plastik ramah lingkungan bernama Ecoplas.
Dari Singkong Murah ke Produk Bernilai Tinggi
Selama bertahun-tahun, petani singkong di Cikarawang menghadapi masalah klasik yaitu harga jual rendah dan ketergantungan pada tengkulak. Singkong hanya dianggap bahan pangan kelas bawah padahal potensinya besar. Kondisi berubah ketika Greenhope menggandeng para petani untuk menyediakan bahan baku singkong demi produksi Ecoplas.
Kerja sama ini tidak hanya memberikan harga lebih baik, tetapi juga menghadirkan kepastian pasar. Dengan harga tiga kali lipat dari biasanya, petani kini bisa menikmati penghasilan yang lebih layak dan stabil.
“Dulu kami hanya bisa pasrah jual murah ke tengkulak. Sekarang harganya bisa tiga kali lipat. Hidup jadi lebih sejahtera,” ujar salah satu petani Cikarawang.

Pelatihan dan Pemberdayaan Petani
Tak berhenti pada peningkatan harga, Greenhope juga mengedepankan program pemberdayaan. Para petani Cikarawang rutin mendapat berbagai pelatihan untuk meningkatkan kualitas tanaman singkong sekaligus menjaga kelestarian tanah.
Selain itu, sebuah home industry didirikan di desa tersebut untuk mengolah singkong menjadi tepung tapioka. Langkah ini membuka peluang diversifikasi produk. Jika sebelumnya petani hanya menjual singkong mentah, kini mereka bisa mengolah dan menjual produk turunan dengan nilai tambah yang lebih tinggi.
“Kami belajar bagaimana menanam dengan cara lebih sehat, sekaligus mengolah singkong jadi tepung. Jadi tidak hanya jual bahan mentah, tapi ada produk lain yang bisa dipasarkan,” ungkap seorang petani perempuan yang aktif dalam pelatihan.

Ecoplas : Dari Desa ke Dunia
Singkong hasil olahan petani Cikarawang kemudian menjadi bahan dasar Ecoplas, plastik ramah lingkungan yang lebih cepat terurai dibanding plastik konvensional. Produk ini kini sudah dipasarkan ke berbagai negara, termasuk Jepang, yang memiliki standar ketat terhadap produk berkelanjutan.
Masuknya Ecoplas ke pasar internasional menandai langkah penting bagi petani lokal. Singkong yang dulunya dipandang sebelah mata kini mampu menembus rantai pasok global dan berkontribusi dalam solusi lingkungan dunia.
Harapan ke Depan
Keberhasilan Desa Cikarawang menjadi contoh nyata bagaimana inovasi dan kolaborasi bisa mengubah wajah pertanian Indonesia. Greenhope berharap model kerja sama ini bisa diperluas ke desa-desa lain agar semakin banyak petani mendapat manfaat ekonomi sekaligus mendorong gerakan ramah lingkungan.
Indonesia sendiri memiliki potensi besar sebagai produsen singkong. Dengan dukungan teknologi, akses pasar, dan pemberdayaan petani, singkong bisa menjadi komoditas strategis yang tak hanya memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga mendukung industri berkelanjutan.
Singkong Cikarawang kini bukan lagi sekadar bahan baku gorengan atau tape. Berkat tangan-tangan petani yang bekerja sama dengan Greenhope, singkong lokal berhasil naik kelas menjadi komoditas ekspor bernilai tinggi. Dari desa kecil di Bogor, singkong ini kini punya peran besar dalam menjaga bumi melalui Ecoplas.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer









































































