GARUT – Kisah inspiratif datang dari seorang pemuda kelahiran Tangerang bernama Jodia Rahmat. Dibalik ketenangannya, Jodia menceritakan kisah perjuangan hidup yang luar biasa dalam meniti bangku pendidikan. Kehilangan orang tua sejak kecil tak membuatnya patah semangat; justru hal itu menjadi bahan bakar untuk membuktikan diri di dunia pendidikan.
Awal Perjalanan: Dari Tangerang ke Kaki Gunung Banjarwangi
Lahir di Tangerang, kehidupan Jodia berubah drastis saat kedua orang tuanya berpulang. Sejak duduk di bangku kelas 2 SD, Jodia diboyong ke Garut untuk dirawat oleh nenek tercintanya, Ibu Siti Jenab . Di bawah asuhan sang nenek, Jodia tumbuh dalam kesederhanaan namun penuh kasih sayang hingga ia menginjak usia 18 tahun.
Perjalanan akademisnya dimulai di SDN Tanah Tinggi 09 Tangerang . Namun, kepindahannya ke Garut membuat ia harus beradaptasi di lingkungan baru, yakni di SDN 03 Banjarwangi . Masa-masa awal pendidikannya dilalui dengan cukup tenang, termasuk saat ia melanjutkan jenjang menengah di MTs Albaqiatussolihat . Saat itu, Jodia dikenal sebagai pribadi yang cenderung pendiam dan belum banyak berkecimpung di dunia organisasi.
Titik Balik di SMK Insan Mandiri Garut
Perubahan besar dalam karakter Jodia terjadi saat ia memasuki jenjang menengah kejuruan di SMK Insan Mandiri Garut . Mengambil jurusan Teknik & Bisnis Sepeda Motor (Otomotif) , Jodia tidak hanya fokus pada mesin dan kunci bengkel, tetapi juga mulai mengasah kemampuan kepemimpinannya.
Jika sebelumnya ia kurang aktif, di SMK Jodia justru menjelma menjadi sosok “motor” penggerak organisasi. Keaktifannya di kelas dan kedisiplinannya membuat ia dipercaya memegang jabatan strategis di berbagai unit kegiatan siswa, di antaranya:
Palang Merah Remaja (PMR): Menjabat sebagai Wakil Ketua .
IT Club: Menjabat sebagai Wakil Ketua , membuktikan kemampuannya yang serba bisa meski mengambil jurusan Otomotif.
OSIS: Aktif sebagai pengurus yang berkontribusi dalam berbagai kegiatan sekolah.
Mengharumkan Nama Keluarga
Bagi Jodia, keberhasilannya aktif di organisasi dan tetap meraih prestasi di jurusan Otomotif adalah bentuk baktinya kepada Ibu Siti Jenab yang telah membesarkannya dengan penuh perjuangan. Dari seorang anak yang harus pindah kota karena duka, kini Jodia telah bertransformasi menjadi calon teknisi profesional yang memiliki jiwa kepemimpinan tinggi.
Kisah Jodia Rahmat adalah pengingat bagi kita semua bahwa latar belakang keluarga dan kehilangan bukanlah penghalang untuk bersinar. Dengan kemauan yang kuat, masa SMK bisa menjadi momentum titik balik untuk mengubah diri menjadi pribadi yang lebih bermanfaat bagi sesama.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer










































































