Raci Kulon, Sidayu — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sub Kelompok 4 secara resmi menyerahkan unit Komposter Aerob kepada perangkat Desa Raci Kulon, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, sebagai bagian dari realisasi program kerja Pemberdayaan Masyarakat dan Inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG). Prosesi serah terima berlangsung di kantor Balai Desa Raci Kulon dan disambut baik oleh perangkat desa setempat.
Momen serah terima Komposter Aerob oleh Mahasiswa KKN Sub Kelompok 4 kepada perangkat Desa Raci Kulon, Kecamatan Sidayu.
Program Komposter Aerob ini digagas oleh Sub Kelompok 4 KKN sebagai jawaban atas persoalan sampah organik rumah tangga yang selama ini belum dikelola secara optimal oleh warga Desa Raci Kulon. Salah satu anggota tim, Abidin Dwi Putra, menjelaskan bahwa volume sampah organik yang terus meningkat berpotensi menimbulkan bau tidak sedap, pencemaran lingkungan, hingga menjadi sarang penyakit apabila dibiarkan menumpuk tanpa penanganan yang tepat.
“Program ini lahir dari keprihatinan kami terhadap tumpukan sampah organik yang belum dikelola optimal oleh warga desa. Melalui komposter aerob, sampah dapur dan sisa tanaman dapat diubah menjadi pupuk kompos yang bermanfaat bagi pertanian dan kebun warga, sekaligus mengurangi volume sampah yang dibuang,” ujar Abidin.
Mengenal Teknologi Komposter Aerob
Komposter Aerob merupakan alat pengolah sampah organik yang bekerja dengan memanfaatkan pasokan oksigen melalui sistem pipa berlubang yang dipasang secara vertikal dan horizontal di dalam drum. Sirkulasi udara yang optimal ini membuat proses dekomposisi sampah berjalan lebih cepat, minim bau menyengat, serta mampu menghasilkan dua jenis luaran sekaligus, yaitu Pupuk Organik Padat (Kompos) dan Pupuk Organik Cair (POC).
Alat ini dilengkapi sejumlah komponen pendukung, di antaranya tutup komposter, pipa aerasi besar dan kecil yang dibalut kain kasa untuk mencegah masuknya serangga, saringan pemisah antara kompos padat dan cairan lindi, tiang penyangga saringan, lubang pengeluaran kompos, serta kran khusus untuk memanen POC secara berkala. Bahan baku yang digunakan pun mudah didapat warga, mulai dari sisa sayuran dan kulit buah sebagai bahan hijau, hingga daun kering dan sekam padi sebagai bahan cokelat.
Transfer Pengetahuan kepada Warga
Selain menyerahkan unit alat, tim Sub Kelompok 4 juga membekali warga dengan pengetahuan operasional komposter aerob, mulai dari tata cara pencacahan sampah, formulasi perbandingan bahan hijau dan cokelat, penggunaan bioaktivator, hingga teknik pemanenan kompos dan POC. Kegiatan pelatihan ini turut dilengkapi dengan sesi pra-tes dan pasca-tes guna mengukur peningkatan pemahaman dan keterampilan teknis warga dalam mengelola sampah organik secara mandiri.
Dengan diserahkannya unit Komposter Aerob ini, mahasiswa berharap warga Desa Raci Kulon dapat memanfaatkan dan merawat alat secara berkelanjutan sehingga manfaatnya terus dirasakan dalam jangka panjang, baik dari sisi kebersihan lingkungan maupun dari sisi ekonomi melalui penghematan biaya pupuk kimia.
“Bagi saya, kegiatan ini membuktikan bahwa inovasi sederhana mampu memberdayakan masyarakat secara nyata. Momen serah terima alat kepada perangkat desa menjadi bukti sinergi antara mahasiswa dan warga. Saya berharap komposter ini terus dimanfaatkan sebagai langkah kecil menuju desa yang lebih bersih, mandiri, dan berkelanjutan,” pungkas Abidin.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer








































































