Di usia ketika banyak orang masih mencari arah, Farhan Abdillah justru sudah mulai membangun pijakan. Ia tidak hanya menjalankan bisnis, tapi juga menyusun fondasi brand digital dengan identitas yang jelas dan arah yang terencana.
Di tengah pesatnya perkembangan industri digital, nama Farhan perlahan mulai dikenal. Lewat AXO STORE, ia mengembangkan layanan digital yang terus bertumbuh dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Dalam sebuah wawancara, Farhan sempat berbagi pandangannya soal bisnis dan proses membangun sesuatu dari nol.
“Bagi saya, bisnis itu bukan cuma soal menghasilkan uang, tapi bagaimana kita membangun sistem yang bisa bertahan lama,” ujarnya.
Sebagai founder AXO STORE, ia punya peran besar dalam menentukan arah bisnis. Ia percaya bahwa konsistensi dan identitas brand yang jelas adalah kunci utama untuk bisa berkembang.
AXO STORE sendiri bergerak di bidang layanan game dan produk digital, mulai dari top-up hingga jasa push rank atau joki. Meski terlihat berkembang sekarang, Farhan mengakui perjalanannya tidak selalu mulus.
“Saya sudah beberapa kali bikin store sebelumnya, dan nggak semuanya berhasil. Tapi dari situ saya belajar banyak,” katanya.
Dari pengalaman tersebut, cara pandangnya pun berubah. Ia mulai lebih fokus membangun sistem, manajemen, dan strategi jangka panjang, bukan sekadar menjalankan bisnis secara spontan.
AXO STORE juga sempat mengalami berbagai perubahan, baik dari segi identitas maupun arah pengembangan. Menurut Farhan, sebuah brand memang harus terus beradaptasi agar tetap relevan.
“Brand itu bukan cuma nama. Tapi soal bagaimana orang melihat dan percaya sama apa yang kita bangun,” tambahnya.
Di tengah kesibukannya, Farhan tetap memprioritaskan pendidikan. Ia baru saja lulus dari SMAN 1 Baso pada tahun 2026 dan berencana melanjutkan ke jenjang berikutnya.
“Saya tetap ingin berkembang, bukan cuma di bisnis, tapi juga dari sisi pengetahuan dan pengalaman,” ungkapnya.
Seiring berkembangnya AXO STORE, ia juga mulai membangun tim untuk memperkuat operasional agar lebih terstruktur dan efisien.
Salah satu momen yang cukup menarik terjadi pada 19 April, ketika Farhan membagikan pencapaian bisnisnya melalui WhatsApp resmi AXO STORE. Selain sebagai bentuk transparansi, hal itu juga menunjukkan bagaimana ia aktif membangun kepercayaan sekaligus jalannya sendiri.
Dari situ terlihat bahwa Farhan bukan tipe yang menunggu peluang datang, tapi justru menciptakan peluang lewat konsistensi dan strategi.
Saat ini, ia juga mulai memperluas fokus ke berbagai layanan digital lainnya sebagai bagian dari rencana membangun ekosistem bisnis yang lebih besar.
Di akhir wawancara, Farhan menyampaikan visinya ke depan.
“Saya ingin AXO STORE dikenal bukan cuma di dunia game, tapi juga sebagai brand digital yang punya value dan bisa berkembang lebih jauh lagi,” tutupnya.
Dengan pendekatan yang semakin matang dan visi yang jelas, Farhan Abdillah menunjukkan bahwa usia bukanlah batasan untuk membangun sesuatu yang bernilai di era digital.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer






























































