Yogyakarta – Romansa El-Hakim sukses gelar kegiatan Kajian Keakhwatan pada Ahad (26/4/2026) yang bertempat di Aula lt. 2 MAN 1 Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan kelas di MAN 1 Yogyakarta, delegasi Rohis Yogyakarta, dan dari umum. Kajian Keakhwatan tahun ini mengangkat tema: ‘FALL WITH FAITH (Feeling Attracted, Learning Limits)’.
Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan oleh master of caremony dan pembacaan Kalam Ilahi oleh Parista Karismatun Larasati. Dilanjutkan dengan sambutan-sambutan yang dibawakan oleh Nasywa Nuria Durrotunnafisa selaku ketua pelaksana dan Ustadzah Zidna Ilma Dian selaku perwakilan dari pembina. Selanjutnya, para peserta diajak untuk melakukan DIY (do it yourself) yang bertujuan untuk melatih kreatifitas diri. Beranjak pada acara inti, para peserta menyimak materi yang disampaikan oleh Ustadzah Arifah Devi dengan Raisanaya Dea Putri sebagai moderator. Materi ini membahas seputar bagaimana cara perempuan mengelola hati dan menjaga batasan disaat sebuah ketertarikan terjadi.
“Rasa suka itu adalah hal yang wajar, tapi sebagai muslimah kita harus tahu bagaimana mengelolanya agar tetap berada dalam batasan syariat,” jelas Ustadzah Arifah.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan disambut antusias oleh para peserta. Dari materi yang disampaikan, para peserta merasa relate dengan perasaan hati akan ketertarikan dengan lawan jenis. Mereka menjadi ingin belajar lebih banyak dalam mejaga batasan supaya tetap sesuai dengan syariat Islam.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., mengapresiasi terselenggaranya kegiatan Kajian Keakhwatan yang diinisiasi oleh Romansa El-Hakim.
“Kegiatan ini sangat positif karena memberikan ruang bagi para muslimah untuk belajar memahami diri, mengelola perasaan, serta menjaga batasan sesuai nilai-nilai syariat. Ini merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter dan akhlak murid MAN 1 Yogyakarta,” ungkapnya.
“Menyenangkan, materinya sangat menginspirasi. Apalagi di awal ada DIY nya dulu, jadi dari awal sudah senang dan saat materi disampaikan lebih gampang masuk,” ucap Nadiyah Dzul Alfi Fahma salah satu peserta kajian keakhwatan tahun ini. (szl)
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer


























































