Indonesia adalah bangsa besar dengan segala potensi yang dimilikinya: sumber daya alam melimpah, keragaman budaya yang kaya, serta populasi yang terus tumbuh dan produktif. Namun demikian, untuk mengubah potensi tersebut menjadi kekuatan nyata, diperlukan sebuah visi nasional yang jelas dan terukur. Visi itulah yang tercermin dalam konsep Indonesia Emas 2045, yaitu Indonesia yang berdaulat, maju, adil, dan makmur pada tahun 2045.
Visi besar tersebut tidak akan dapat terwujud tanpa fondasi kebangsaan yang kuat. Salah satu pilar terpenting dalam membangun fondasi tersebut adalah Wawasan Nusantara, yaitu cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dengan mempertimbangkan kondisi geografi, sejarah, dan sosial budaya bangsa Indonesia.
Dalam konteks global yang semakin kompetitif, Wawasan Nusantara bukan sekadar konsep ideologis semata, melainkan juga merupakan kerangka strategis yang mengarahkan seluruh komponen bangsa untuk bergerak bersama menuju tujuan yang sama. Oleh karena itu, penguatan Wawasan Nusantara menjadi sangat relevan dan mendesak dalam rangka mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Wawasan Nusantara merupakan cara pandang dan sikap bangsa Indonesia. mengenai diri dan bentuk geografinya berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Secara etimologis, “wawasan berasal dari kata “wawas” yang berarti pandangan atau tinjauan, sementara “nusantara” merujuk pada kesatuan kepulauan yang membentang dari Sabang sampai Merauke.
Secara konseptual, Wawasan Nusantara mengandung makna bahwa bangsa Indonesia memandang wilayahnya sebagai satu kesatuan yang utuh dan tidak terpisahkan, baik dalam dimensi ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, maupun pertahanan dan keamanan. Konsep ini pertama kali mendapatkan pengakuan internasional melalui Deklarasi Djuanda tahun 1957 yang menyatakan bahwa perairan di antara pulau-pulau Indonesia merupakan bagian integral dari wilayah NKRI.
Pada tahun 2045, Indonesia diharapkan mampu menjadi salah satu dari lima besar ekonomi dunia dengan pendapatan per kapita yang mencapai level negara maju, tingkat kemiskinan yang mendekati nol, serta indeks pembangunan manusia yang tinggi. Pencapaian visi ini tentunya memerlukan kerja keras, sinergi seluruh komponen bangsa, dan strategi pembangunan yang tepat.
Penulis : Muhammad Aulia Rahman
Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































