Tangerang Selatan – Praktik melawan arus masih kerap terjadi di kawasan Perempatan Viktor, Jalan Raya Puspiptek, Kelurahan Buaran, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan. Sejumlah pengendara sepeda motor bahkan angkutan kota memilih melawan arus untuk menghindari putaran balik yang berjarak sekitar 200 meter. Kondisi tersebut dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Berdasarkan hasil pengamatan di lokasi, pengendara yang melawan arus memanfaatkan celah di jalan untuk menghemat waktu tempuh. Meski dianggap lebih praktis, tindakan tersebut berisiko menimbulkan kecelakaan karena kendaraan berhadapan langsung dengan arus dari arah berlawanan.
Salah seorang warga sekitar, Dewi (45), mengatakan pelanggaran tersebut terjadi hampir setiap hari.
“Banyak banget, enggak bisa dihitung. Pemotornya banyak, kadang angkot juga ikut lawan arus,” ujar Dewi.
Menurutnya, kondisi tersebut pernah menyebabkan insiden yang membahayakan pengguna jalan.
“Pernah waktu itu ada ibu-ibu sama anaknya keserempet,” katanya.
Dewi menilai sebagian besar pengendara melawan arus karena ingin menghemat waktu dibanding harus memutar sekitar 200 meter.
“Kalau menurut saya sih karena pengin cepat aja daripada harus muter,” tuturnya.
Ia berharap ada pengawasan yang lebih ketat dari pihak terkait.
“Mungkin pengawasannya lebih diperketat lagi. Saya juga bingung harus bagaimana, tapi semoga ada solusi,” tambahnya.
Sementara itu, seorang pengendara sepeda motor, Zaki (22), mengaku sering melintasi kawasan tersebut saat pulang kerja. Ia mengatakan memilih melawan arus karena ingin menghindari kemacetan.
“Biar cepat saja. Kadang di bundaran suka macet, makanya saya pilih lawan arus,” ujar Zaki.
Meski demikian, Zaki mengaku mengetahui bahwa tindakan tersebut melanggar aturan lalu lintas dan membahayakan keselamatan.
“Iya, saya tahu,” katanya.
Menurutnya, alasan yang membuat banyak pengendara melakukan hal serupa tidak jauh berbeda.
“Pasti alasannya sama seperti saya, malas mutar, jalannya jauh, dan sering macet,” jelasnya.
Zaki berharap ada solusi dari pemerintah untuk mengatasi kondisi tersebut.
“Kalau bisa jangan harus muter jauh. Selain itu, jalan Buaran arah BSD juga menurut saya perlu diperlebar supaya tidak mudah macet,” ujarnya.
Fenomena melawan arus di Perempatan Viktor menunjukkan bahwa keinginan untuk menghemat waktu masih menjadi alasan utama sebagian pengendara melanggar aturan. Namun, tindakan tersebut tetap berisiko tinggi dan dapat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya. Warga berharap adanya evaluasi serta pengawasan yang lebih ketat dari pihak berwenang agar pelanggaran serupa dapat diminimalkan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer




































![Blok M Jadi Surga Nongkrong Gen Z di Jakarta Selatan 36 Kepadatan pengunjung kawasan Blok M
[Sumber Foto : Dokumentasi Pribadi]](https://siaran-berita.com/wp-content/uploads/2026/06/1000862511-360x180.jpg)






































