UMKM selalu disebut sebagai tulang punggung ekonomi nasional. Jumlahnya besar, daya serap tenaga kerjanya tinggi, dan terbukti tangguh saat krisis. Namun ironisnya, di balik pujian itu, banyak UMKM masih harus berjuang sendiri menghadapi realitas mahalnya bahan baku, sulitnya akses modal, dan persaingan tidak seimbang dengan pemain besar.
Di era digital, UMKM dituntut “go online”, berinovasi, dan melek teknologi. Sayangnya, tuntutan ini sering tidak diiringi pendampingan yang serius. Banyak pelaku UMKM masuk ke platform digital, tapi tenggelam oleh algoritma, biaya iklan, dan perang harga. Digitalisasi akhirnya jadi slogan, bukan solusi.
Masalah lain adalah kebijakan yang kerap tidak berpihak. UMKM diminta naik kelas, tetapi regulasi, pajak, dan perizinan justru terasa rumit bagi usaha kecil. Jika UMKM terus diperlakukan sama dengan korporasi besar, maka narasi “naik kelas” hanya akan jadi wacana.
Jika negara benar-benar ingin UMKM kuat, dukungan tidak boleh berhenti di seminar dan kampanye. Akses modal yang adil, pendampingan berkelanjutan, serta perlindungan pasar harus jadi prioritas. UMKM tidak butuh janji besar—mereka butuh keberpihakan nyata.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com dan klaim apa pun yang timbul dari publikasi tersebut, termasuk, namun tidak terbatas pada, klaim pencemaran nama baik, pelanggaran privasi, pelanggaran hak cipta, merek dagang, nama dagang atau pelanggaran paten, berita palsu, atau klaim lain apa pun yang didasarkan pada perbuatan melawan hukum atau kontrak, atau berdasarkan undang-undang negara Republik Indonesia
Selain itu, setiap penulis setuju, untuk membebaskan siaran-berita.com dari semua klaim (baik yang sah maupun tidak sah), tuntutan hukum, putusan, kewajiban, ganti rugi, kerugian, biaya, dan pengeluaran apa pun (termasuk penilaian biaya pengacara yang wajar) yang timbul dari atau disebabkan oleh publikasi berita apa pun yang dipublikasikan oleh penulis.”









































































