Malang, 6 Juli 2026 – 2 Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab bersama pengajar Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Darul Furqon ustadz Mohammad Rusli menyelenggarakan kegiatan edukatif bertajuk “Santri Cilik Cinta Indonesia” sebagai upaya menanamkan nilai-nilai kebangsaan, kepedulian terhadap lingkungan, dan semangat gotong royong kepada anak-anak sejak usia dini. Kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan TPQ Darul Furqon ini memadukan pendidikan karakter dengan nilai-nilai keislaman melalui aktivitas yang menyenangkan, edukatif, dan interaktif
Pendidikan karakter merupakan salah satu aspek penting dalam proses pembentukan kepribadian anak. Selain membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan agama, lembaga pendidikan nonformal seperti TPQ juga memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai sosial, moral, serta rasa cinta terhadap bangsa dan negara. Melalui pendidikan karakter yang diberikan sejak dini, anak-anak diharapkan mampu tumbuh menjadi generasi yang religius, berakhlak mulia, peduli terhadap lingkungan, dan memiliki jiwa nasionalisme yang kuat.
2 Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab berkolaborasi dengan ustadz dan ustadzah TPQ Darul Furqon menyelenggarakan kegiatan bertema “Santri Cilik Cinta Indonesia”. Program ini dirancang sebagai media pembelajaran yang tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga menghadirkan pengalaman langsung kepada para santri melalui berbagai aktivitas yang mampu mengembangkan sikap tanggung jawab, kerja sama, disiplin, serta kecintaan terhadap tanah air.
Kegiatan dimulai setelah maghrib dengan suasana yang penuh semangat. Seluruh santri hadir mengenakan pakaian muslim yang rapi dan berkumpul di ruang TPQ bersama 2 mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab. Sebelum memasuki kegiatan inti, mahasiswa mengajak anak-anak melakukan pemanasan ringan dan permainan sederhana agar suasana menjadi lebih cair. Gelak tawa dan wajah ceria para santri mencerminkan antusiasme mereka mengikuti kegiatan sejak awal.
Mahasiswa memberikan pengenalan mengenai pentingnya mencintai Indonesia sebagai bagian dari rasa syukur kepada Allah SWT. Anak-anak dijelaskan bahwa menjadi seorang muslim yang baik juga berarti menjadi warga negara yang baik, menghormati keberagaman, menjaga persatuan, menaati aturan, serta ikut menjaga kebersihan lingkungan. Materi disampaikan menggunakan bahasa sederhana yang disesuaikan dengan usia anak sehingga mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Memasuki acara inti, seluruh peserta diajak berdiri dengan rapi untuk menyanyikan lagu-lagu nasional, seperti “Indonesia Raya”, “Garuda Pancasila”, “Syukur”, dan “Satu Nusa Satu Bangsa”. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab memimpin nyanyian dengan penuh semangat sambil memberikan aba-aba agar anak-anak dapat mengikuti irama dengan baik. Meskipun sebagian besar keseharian mereka diisi dengan kegiatan mengaji dan menghafal Al-Qur’an, para santri tampak bersemangat menyanyikan lagu-lagu kebangsaan tersebut.
Suasana menjadi semakin khidmat ketika seluruh peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama-sama. Suara anak-anak terdengar lantang memenuhi ruang TPQ, menunjukkan semangat dan rasa bangga sebagai generasi penerus bangsa. Setelah selesai menyanyikan setiap lagu, mahasiswa memberikan penjelasan singkat mengenai makna lirik lagu, arti lambang negara, pentingnya menjaga persatuan, serta nilai-nilai kebangsaan yang terkandung di dalamnya. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan sederhana sehingga anak-anak dapat ikut berpartisipasi aktif.
Para santri memperoleh pemahaman bahwa mencintai tanah air dapat diwujudkan melalui perilaku sederhana, seperti menjaga kerukunan, menghormati teman yang berbeda, menaati peraturan, belajar dengan sungguh-sungguh, dan menjaga nama baik bangsa melalui akhlak yang baik. Nilai-nilai tersebut disampaikan dengan pendekatan yang menyenangkan sehingga anak-anak tidak merasa sedang mengikuti pembelajaran formal.
Usai kegiatan menyanyikan lagu nasional, rangkaian acara dilanjutkan dengan aksi gotong royong membersihkan ruang TPQ. Anak-anak dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang masing-masing didampingi oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab. Pembagian kelompok dilakukan agar setiap peserta memiliki tanggung jawab yang jelas

Berbagai aktivitas dilakukan secara bersama-sama, mulai dari membersihkan ruang belajar, merapikan tempat al-qur’an, merapikan sandal di rak sepatu, hingga menyiram tanaman yang berada di sekitar ruang TPQ. Seluruh mahasiswa ikut terlibat secara langsung sehingga anak-anak dapat melihat contoh nyata pentingnya bekerja sama tanpa membedakan usia maupun status.
Suasana gotong royong berlangsung dengan penuh kegembiraan. Anak-anak saling membantu menyelesaikan tugas masing-masing. Beberapa santri tampak merapikan meja dan mengembalikan pada tempatnya. Kegiatan sederhana tersebut menjadi sarana pembelajaran mengenai pentingnya kerja sama, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Mahasiswa juga menjelaskan bahwa menjaga kebersihan merupakan bagian dari akhlak seorang muslim. Lingkungan yang bersih akan menciptakan suasana belajar yang nyaman sekaligus menjadi bentuk rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT. Penjelasan tersebut membuat anak-anak memahami bahwa kebersihan bukan sekadar kewajiban, tetapi juga merupakan bentuk ibadah yang harus dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari.
Interaksi antara mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab dan para santri berlangsung dengan hangat sepanjang kegiatan. Mahasiswa memberikan motivasi, pujian, dan apresiasi kepada setiap anak yang aktif berpartisipasi. Pendekatan yang ramah membuat anak-anak merasa nyaman sehingga lebih mudah menerima setiap pesan yang disampaikan. Kegiatan juga diselingi permainan edukatif dan yel-yel penyemangat sehingga suasana tetap menyenangkan hingga akhir acara.
Setelah usai, para ustadz dan ustadzah TPQ Darul Furqon menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab atas inisiatif menghadirkan kegiatan yang mampu memadukan pendidikan agama, pendidikan karakter, dan pendidikan kewarganegaraan dalam satu rangkaian kegiatan. Menurut mereka, metode pembelajaran berbasis praktik seperti ini lebih efektif dalam menanamkan nilai-nilai positif kepada anak-anak dibandingkan hanya melalui penyampaian materi secara lisan.
Respons positif juga terlihat dari para santri. Seluruh anak mengikuti kegiatan hingga selesai dengan penuh semangat tanpa menunjukkan rasa bosan. Bahkan beberapa di antaranya berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan pada kesempatan berikutnya. Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa proses belajar akan lebih bermakna ketika dikemas melalui pengalaman langsung yang melibatkan peserta didik secara aktif.

Kegiatan “Santri Cilik Cinta Indonesia” menjadi bukti bahwa pendidikan karakter dapat berjalan selaras dengan pendidikan agama. Nilai-nilai nasionalisme, gotong royong, disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan bukanlah sesuatu yang terpisah dari ajaran Islam, melainkan saling melengkapi dalam membentuk pribadi yang beriman, berakhlak mulia, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, pengajar TPQ, dan para santri, kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lainnya untuk terus menghadirkan program-program yang inovatif dalam membentuk karakter generasi muda. Penanaman nilai-nilai kebangsaan sejak usia dini merupakan investasi penting dalam menciptakan generasi Indonesia yang religius, nasionalis, peduli terhadap lingkungan, serta memiliki semangat gotong royong yang kuat.
Dengan berakhirnya kegiatan tersebut, para santri tidak hanya membawa pulang pengalaman belajar yang menyenangkan, tetapi juga memperoleh pemahaman bahwa mencintai tanah air dapat diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Semangat kebersamaan yang terbangun selama kegiatan diharapkan menjadi bekal bagi mereka untuk tumbuh sebagai generasi penerus bangsa yang berkarakter, berintegritas, dan siap berkontribusi bagi kemajuan Indonesia di masa mendatang.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer










































































