Malang, 30 Juni 2026 — Sebagai bagian dari rangkaian pre-event brand activation #RosoKusumo, Desa Wisata Poncokusumo bersama Tim Narasvara menggelar Lomba Fotografi “Pesona Poncokusumo” selama tiga hari berturut-turut. Berbeda dari lomba fotografi pada umumnya, kegiatan ini sengaja diselenggarakan berdampingan langsung dengan rangkaian kegiatan asli masyarakat desa, sehingga setiap peserta tidak hanya memotret pemandangan, tetapi juga menyaksikan dan merasakan denyut kehidupan Poncokusumo yang sesungguhnya.
Mengangkat tema besar “Kearifan Lokal Poncokusumo”, lomba ini diikuti oleh peserta dari komunitas fotografi maupun masyarakat umum se-Malang Raya. Karya terbaik dari ketiga hari kegiatan akan dipamerkan pada puncak acara Festival Srawung Kusumo.
Hari Pertama, 27 Juni 2026: Menjelajah Kekayaan Alam Poncokusumo
Pada hari pertama, peserta diajak menyusuri dan mengeksplorasi potensi alam yang dimiliki Desa Wisata Poncokusumo, mulai dari hamparan kebun, kontur perbukitan, hingga sudut-sudut Ledok Ombo yang masih asri. Momen ini menjadi ajang bagi peserta untuk menangkap sisi keindahan alam Poncokusumo yang belum banyak terekspos ke publik luas.
Hari Kedua, 28 Juni 2026: Ziarah, Mendoakan Para Leluhur Desa
Memasuki hari kedua, suasana berubah menjadi lebih khidmat. Warga Desa Wisata Poncokusumo melaksanakan ziarah ke makam leluhur desa sebagai bentuk penghormatan dan rasa syukur atas jasa para pendahulu yang telah membangun dan menjaga desa hingga saat ini. Peserta lomba turut menyaksikan langsung prosesi yang sarat nilai penghormatan ini, sebuah momen yang jarang ditemukan dan diabadikan di destinasi wisata lain.
Hari Ketiga, 29 Juni 2026: Khataman Al-Qur’an, Tumpengan, dan Gemulai Tandakan
Rangkaian pemotretan ditutup pada hari ketiga dengan momen yang paling padat makna. Kegiatan diawali dengan Khataman (Khotmil) Al-Qur’an di Balai Desa yang diikuti warga setempat sebagai tradisi rutin turun-temurun, dilanjutkan dengan tumpengan atau selamatan bersama, tempat warga berkumpul, berbagi doa, dan menyantap hidangan secara guyub. Momen kekeluargaan ini kemudian ditutup dengan pergelaran Tandakan, tradisi tari khas masyarakat Poncokusumo yang menjadi salah satu ekspresi kesenian lokal paling autentik di desa ini. Gerak tari yang gemulai berpadu dengan iringan musik tradisional menjadi objek bidikan favorit peserta, sekaligus menjadi penutup berkesan dari keseluruhan momen budaya yang mereka ikuti selama tiga hari.
Lebih dari Sekadar Lomba
Ketua Tim Narasvara menyampaikan bahwa konsep tiga hari ini sengaja dirancang bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan juga sebagai media dokumentasi hidup atas kekayaan budaya Poncokusumo.
“Kami ingin peserta tidak hanya datang, memotret, lalu pulang. Tapi benar-benar merasakan dan menjadi bagian dari momen yang mereka abadikan, mulai dari alamnya, spiritualitas warganya, sampai kesenian tradisinya,” ujarnya.
Seluruh karya terbaik dari ketiga momen tersebut selanjutnya akan dipajang dalam pameran foto pada puncak acara Festival Srawung Kusumo, sekaligus menjadi jembatan cerita antara rangkaian pre-event dengan main event brand activation #RosoKusumo.
Tentang Lomba Fotografi Pesona Poncokusumo
Lomba Fotografi “Pesona Poncokusumo” merupakan bagian dari rangkaian brand activation #RosoKusumo yang diinisiasi oleh POKDARWIS Desa Wisata Poncokusumo bersama Tim Narasvara, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Malang.
Narahubung Media
Tim Narasvara — Praktikan Public Relations
Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Malang
Instagram: @desa_poncokusumo | Hashtag: #RosoKusumo
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































