Sidayu, Gresik — Kelompok pengabdian masyarakat (Kelompok R26) menyelenggarakan program Pelatihan dan Pendampingan Digital Marketing bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Raci Kulon, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik. Program ini digagas untuk menjawab persoalan mendasar yang selama ini dihadapi pelaku usaha setempat: rendahnya pemanfaatan media digital dan marketplace sebagai sarana pemasaran produk. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara tim pelaksana dengan pelaku UMKM di desa tersebut, sebagian besar usaha masih mengandalkan cara pemasaran konvensional, yakni promosi dari mulut ke mulut (word of mouth) dan pemesanan melalui WhatsApp. Metode ini dinilai efektif untuk mempertahankan pelanggan lama, namun jangkauan pasarnya terbatas dan belum mampu menjaring konsumen baru secara optimal. Peserta pelatihan terdiri atas pelaku usaha dari berbagai bidang, mulai dari makanan dan minuman, kerajinan, perdagangan, hingga usaha rumahan lainnya. Program ini menargetkan minimal 80 persen peserta mampu membuat akun marketplace dan mengunggah setidaknya satu produk secara mandiri begitu pelatihan usai.
Materi pelatihan dirancang secara aplikatif dan mencakup sejumlah topik praktis, di antaranya pengenalan konsep digital marketing, panduan pembuatan akun media sosial bisnis (termasuk langkah membuat akun TikTok Bisnis), teknik komunikasi dan pelayanan pelanggan digital, fotografi produk menggunakan smartphone, hingga cara membuka dan mengelola toko di platform marketplace. Di penghujung sesi, setiap peserta diminta menyusun rencana aksi (action plan) digital marketing sebagai komitmen penerapan ilmu yang diperoleh dalam usaha mereka masing-masing. Pendekatan yang digunakan bersifat partisipatif dan berbasis praktik langsung (experiential learning), dengan lima prinsip utama: memahami konsep, mempraktikkan keterampilan, berbagi pengalaman, merefleksikan kondisi usaha, hingga menyusun komitmen tindak lanjut. Fasilitator berperan tidak hanya sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai motivator, demonstrator, dan pendamping selama sesi praktik berlangsung.
Untuk mengukur efektivitas program, tim pelaksana menerapkan tiga tahap evaluasi: evaluasi reaksi peserta terhadap pelaksanaan pelatihan, evaluasi pemahaman melalui pre-test dan post-test berisi 10 butir soal, serta evaluasi perilaku yang dilakukan 1 minggu setelah pelatihan untuk menilai sejauh mana peserta benar-benar menerapkan keterampilan digital marketing dalam usahanya. Program ini menargetkan peningkatan pemahaman peserta minimal 30 persen dari hasil pre-test ke post-test. Selain manfaat langsung bagi pelaku UMKM, program ini juga menjadi wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi bagi lembaga pelaksana, sekaligus memperkuat kemitraan antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat. Tim pelaksana berharap, melalui program ini, UMKM Desa Raci Kulon dapat memperluas jangkauan pasar, meningkatkan penjualan, serta mempercepat transformasi digital secara berkelanjutan.
Syarat dan Ketentuan Penulisan di Siaran-Berita.com :
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di siaran-berita.com - Syarat dan Ketentuan - Kebijakan Privasi - Panduan Komunitas - Disclaimer











































































